Rabu, 14 Agustus 2013

- Story 3: Black Shadow Case in St. Valentine's Day Part 5-

BAGIAN LIMA

- It’s Showtime UIPMC Club! -


“ Jadi pelakunya pihak luar?” tanya Key.
“ Kemungkinan besar begitu,” jawab George.
“ Kami sudah memeriksa dan bertanya pada headmaster,” sahut Shiki.

“ Jadi, kita hanya akan menangkap pelakunya kan?” semangat Karen.
“ Ya,” jawab Thady.
“ Caranya??” tanya Steve.
“ Lho? Mudah saja kan?” sahut headmaster.

“ Menggunakan surat tanah ini sebagai umpan,” lanjut George.
“ Itu jika anda mengizinkan, headmaster,” sahut Shiki.
“ Tentu saja,”

“ Tetapi, siapa yang akan memancingnya?” tanya Harmony.
“ hmm…”

            HOM.. PIM.. PA!

“ Yak! Linguene yang akan memancingnya keluar,” tunjuk Danny.
“ Hadehh.. Ok lah,” sanggup Linguene.
“ Bi-biar aku yang mendampinginya,” sahut Harmony.
“ Jangan! Gue gak apa kok,” sahut Linguene.
“ Sebaiknya aku juga ikut,” sahut Shiki.
“ Baiklah, kalian berdua berhati-hatilah. Yang lain ikut gua,” atur George.


Mereka bersiap-siap membuat rencana penangkapan Black Shadow. Mereka membagi menjadi 5 tahap.

Linguene dan Shiki akan menjadi umpannya sambil membawa surat tanah sekolah PAx Mys. Start mereka berada di dalam gedung opera. Mereka akan berlari melewati pintu depan gedung opera. Disana sudah ada Karen dan Misha yang siap dengan talinya. Jika Black Shadow lewat, tali siap menyandungnya.

Kalau gagal, Linguene dan Shiki akan memancingnya ke jebakan kedua. Mereka akan melewati tangga lantai 1. Disana sudah stand by Misha dan Karen dengan bubuk lada dan bubuk cabenya, serta semprotan air berisi cairan yang sangat pedas.

Berlanjut ke jebakan ketiga. Ketika mereka melewati tangga ke 2, Danny dan Steve siap menangkap Black Shadow dengan jaringnya.

Jika masih gagal, berlanjut ke jebakan ke 4. Mereka menuju kantor kepala sekolah melewati pertigaan belok ke kanan. Disana siap Michi dan Harmony dengan jaring besarnya.

Kalau masih lolos juga (telalu hebat tuh), Key siap di belakang pintu ruang kepala sekolah untuk menutupnya. Sedangkan di dalam ada George, headmaster dan Thady yang siap menangkap Black Shadow.


Matahari kembali tenggelam. Rencana akan dimulai dari. . . SEKARANG!


“ Oiii~ Black Shadow jelek,” teriak Linguene.
“ Kau mengincar ini kan! Ayo cepat keluar dasar penakut!” ejek Shiki.

“ DASAR KALIAN CENGUNGUK SIALAN!!”

            KRIK.

“ Ahaha.. Eheh.. Muncul…” cengar cengir Shiki dan Linguene.

“ LARIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIII!!!!!!!!!!!”


Shiki dan Linguene berlari dengan sekuat tenaga. Sampailah mereka di jebakan pertama.

“ Shiki, Linguene, lompat!”

            HUP!!

“ Ehhh!!!!!!!!”


Ternyata Black Shadow juga ikutan lompat. Mereka langsung menaiki tangga lantai 1.

“ Mishaaa, Kareenn!” teriak Shiki memberi tanda.
“ Okey!” Karen mengiyakan.

“ Rasakan ini, item jelek!” Misha sambil menyemprotkan air pedas dan Karen melemparinya dengan bubuk cabe.
“ ARGGHHH!! Sialan!!”
“ Uwahhhhh!!”
“ Gawat! Dia berhasil kabur!”


Linguene dan Shiki terus berlari. Di tangga ke 2.

“ Danny!”
“ Yosh!”


Steve dan Danny melempar jaring ke Black Shadow. Tetapi meleset.

“ Waduh! Meleset lagi!” kesal Steve.


Berlanjut ke pertigaan.

“ Habis ini belok kanan, Linguene!” sahut Shiki.
“ Oke!”
“ Ah! Itu Mereka!” sahut Michi.
“ Siapppp..”

            HUP!!!

“ EHHHHHH!!!!!!!!!!”


Kembali lagi Black Shadow melewatinya dengan mulus.

“ Argh! Tuh setan bikin gua kesel,” sahut Linguene.
“ Selanjutnya jebakan terakhir,” ucap Shiki.

“ Key!”
“ Ok!”

            BRUK!

“ Hoshh.. Hoshh..” hela Linguene dan Shiki yang sudah kelelahan dikejar Black Shadow.

“ KALIAN AKAN MENYESALI PEMBUATAN KALIAN!! RASAKAN!!”

“ Huh!”
“ Hiaatttttttttttttt!”

            DUAAGHHH!!!

“ Harusnya kau yang menyesali perbuatanmu! Beraninya menculik Alicia!! Rasakan!!”


George, Thady, Shiki dan Linguene terus-terusan menghajar Black Shadow.

“ Aduh!! Aduh!! Berhenti!!” rintih Black Shadow.
“ ?!”
“ Apa maksudmu menculik??” heran Black Shadow itu.

“ HAH?!”

“ Bu-bukankah kau yang menculik teman kami?” sahut Shiki.
“ Sa-saya baru pertama kali bekerja seperti ini,” ucap Black Shadow.
“ APA?!”
“ Saya bekerja dengan atasan saya, kemudian dia menyuruh saya kesini dengan berpakaian aneh kayak begini,”
“ lalu?”

“ Saya tidak dijelaskan apa-apa hanya saja atasan saya mengucapkan  ‘black shadow adalah nama yang berharga, jika ada yang mengejeknya, kejar!’. Kemudian bertemu kalian yang sedang memanggil black shadow. Jadi spontan saya menghampiri kalian,” jelasnya.

“Sial! Kita masuk kedalam jebakannya!” bentak Thady.
“ Hah? Maksudnya?? Gua makin gak ngerti,” Steve sambil menggaruk-garuk kepalanya.
“ Siapa atasanmu?!” bentak Thady dengan nada agak marah.
“ Se-seorang pemimpin perusahaan dekat sini,” sahut Black shadow yang diketahui bernama Itsukuze.
“ Jangan-jangan perusahaan invest ya?!” ucap headmaster.
“ Ya,”

“ Hmm….” Thady berpikir sebentar.

“ ARGHHH!!! Tuh orang bikin gua frustasi!” bentak George.

“ Aha!”“ Kenapa, Thady?” sahut George yang heran ngelihat reaksi Thady.
“ Pa, apa bapak menyimpan sesuatu yang lain? Yang sama berharganya dengan surat ini?” tanya Thady.
“ Ada. CD yang berisi status keuangan kita, investasi sekolah, dan semua yang berhubungan dengan keuangan, termasuk banknya.” sahut headmaster enteng.
“ HUAPA?!” kejut yang lain.
“ Di-dimana bapak menyimpan CD itu??” suara Shiki agak tersendat khawatir.
“ Di tiang listrik.”


“ HEHHHHHHHHHHHH?!”


Akankah mereka berhasil menyelamatkan Alicia, PAx Mys Junior High School, dan memecahkan misteri tersebut?


- To be countinue –



Salam “ Author”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar