BAGIAN TIGA
-Jeritan di sebuah
Rumah-
Normal PoV
" Hmm.. Jadi begitu kejadiannya. Kira-kira sudah 100 tahun berlalu ya, Pak? " tanya George.
" Ya
begitulah. Makanya saya takut jika kutukan itu benar-benar terjadi. " kata Pak
Vincent.
" Kutukan
ya?? " tanya
seorang anak laki-laki yang sedang asik memakan keripik-nya.
" Thady,
kerjamu hanya makan aja, yang serius napa, " bentak George.
" Iye,
iye, gua dengar kok.
"
kata Thady yang masih asik dengan keripik-nya.
Mereka
pun berkeliling di sekitar rumah tersebut. Awalnya rumah yang di tempati Pak
Vincent dan keluarganya itu hanya dikontrakan/disewakan saja. Tetapi karena Pak
Vincent memiliki uang cukup banyak, akhirnya ia memutuskan untuk membeli rumah
tersebut.
" Rumah yang cukup bagus untuk usia 100 tahun ya? " kata Steve.
" Iya. . .
"
kata George.
" Kraukk..
Kraukk.. "
" . . . . .
Thady!! bikin takut orang aja lu!
"
bentak Steve yang agak kesal dengan suara keripik-nya Thady.
"
Emang gua setan apa.
Tega lu. "
" Tapi suara
keripik loe itu kayak
apaan tau, tau! " kesal Steve.
" Udalah..
Keripik aja pake dipermasalahin. " kata George tenang.
" Tumben lu tenang banget, biasanya
kan-"
BLETAK!
" Ughhhh!!!
Sakit George!! " erang Steve karena kepalanya dipukul oleh
George.
Sedangkan
itu, Alicia, Karen, dan Harmoni sedang berbincang-bincang di ruang tamu.
" Hei,
kita ngapain ya?? " tanya
Alicia.
" Kita masak
yuk, mau gak? "
tawar Harmoni.
" Ndak mau!! aku maunya makan-nya,
bukan masak-nya. " kata Karen.
" Masa makan sih?! " heran Alicia.
" Hehe..
Oiya, Mony-chan, tadi Michi dan Misha kemana?? " tanya Karen.
" Hmm.. Aku
juga kurang tau,
" kata Harmony.
" Kalau
begitu, kita cari Michi dan Misha saja yuk! " ajak Alicia.
" Ayo, " jawab Karen dan Harmony
berbarengan.
Sedangkan
itu, Michi, dan Misha sedang asik berjalan-jalan dengan Linguene, Danny, dan
Key di sekitar perumahan.
" Uwaa~
Udara disini segar ya. " girang Michi.
" Namanya
juga daerah perdesaan, ya pasti segar lah. " jelas Linguene.
" Danny,
kita jalan-jalan ke sawah disebelah sana yuk, " ajak Misha.
" A-ayo!
"
gugup Danny.
" Kok
jawabnya gugup begitu ?? " heran Misha.
" Hahah..
Danny kegirangan tuh diajak jalan bareng Misha, kan Danny SU- " perkataan
Linguene terpotong karena mulutnya disumpel oleh Danny.
" Su? " bingung
Misha.
" Sukiyaki~
"
canda Michi.
" Susu
kedelai~ "
ucap Misha.
" . . . . .
. "
kicep Linguene dan Danny. (*dipikir Misha sule kali ya? susu kedelai)
Sedangkan
itu, George, Steve, dan Thady sedang asik berkeliling di sekitar rumah Pak
Vincent. Mereka sudah beberapa kali berputar-putar ditempat yang sama, tetapi
tetap saja tidak menemukan petunjuk apa-apa.
Selain
itu, Alicia, Harmony dan Karen juga tidak menemukan apa-apa.
Beda
hasil dengan Michi, Misha, Linguene, Key dan Danny. Sesaat mereka sedang asik
menjelajah.
" Hei, kita
balik yuk, " ajak Linguene.
" Ayo, aku
juga udah capek jalan nih, " keluh Misha.
" Yasudah,
ayo kita kembali, " kata Danny.
" A-aku juga
sudah lapar, " sahut Key.
" Wah..
Ternyata Key sudah lapar ya, dari tadi kamu gak ngomong sih, " kata
Misha.
" Kalau
begitu, ayo kita cepat pulang. " kata Michi.
Di
tengah perjalanan, mereka mendengar suara. . .
KYAAAAAAAAAA !!!!
" Suara
apa tuh?! " kaget Linguene.
" Ayo kita
lihat !! "
kata Danny.
Saat
mereka menuju rumah tempat sumber jeritan itu, terlihat percikan darah di
jendela. Awalnya mereka berlima takut, tapi mereka harus masuk, karena mereka
adalah UIPMC. Saat mereka masuk . . .
" Kyaaa!!!!
"
teriak Michi yang melihat mayat seorang wanita yang belumuran darah.
" Astaga...
" kaget
Danny.
" Uhk... Aku
akan menghubungi yang lain, " kata Key.
" O-oke..
Misha, kau tunggu luar saja, jangan masuk! " jawab Linguene.
" Ba-baik.
"
Kemudian
Key menelfon George. KRINGG. . . .
" Yo, kenapa
Key ?? "
tanya George.
" Ada
kasus!!! "
jawab Key.
" HAH???
Dimana??? " kaget George.
" Di jalan
xxx , cepat!! aku butuh bantuanmu dan yang lain. " kata Key.
" Ote, gua
segera kesana. "
George
dan yang lainnya, termasuk Thady, segera pergi ke tempat Key dan yang lainnya.
Mereka terkejut melihat kondisi mayat wanita tersebut. Kondisinya sangat
mengenaskan. Tubuhnya berceceran darah. Ada luka bekas bacokan di beberapa
bagian tubuhnya. Diperkirakan dia meninggal baru beberapa menit yang lalu
setelah Key dan yang lainnya datang.
Tindakan
apakah yang akan diambil oleh Thady dan kelompok UIPMC?? Ikuti terus UIPMC Club! ya.
Salam
Author
Tidak ada komentar:
Posting Komentar