Kamis, 01 Agustus 2013

- Story 2: Kasus Pembunuhan di Rumah Setan Kecil Part 3 -


BAGIAN TIGA

-Jeritan di sebuah Rumah-

Normal PoV

" Hmm.. Jadi begitu kejadiannya. Kira-kira sudah 100 tahun berlalu ya, Pak? " tanya George.
" Ya begitulah. Makanya saya takut jika kutukan itu benar-benar terjadi. " kata Pak Vincent.

" Kutukan ya?? " tanya seorang anak laki-laki yang sedang asik memakan keripik-nya.
" Thady, kerjamu hanya makan aja, yang serius napa, " bentak George.
" Iye, iye, gua dengar kok. " kata Thady yang masih asik dengan keripik-nya.


Mereka pun berkeliling di sekitar rumah tersebut. Awalnya rumah yang di tempati Pak Vincent dan keluarganya itu hanya dikontrakan/disewakan saja. Tetapi karena Pak Vincent memiliki uang cukup banyak, akhirnya ia memutuskan untuk membeli rumah tersebut.

" Rumah yang cukup bagus untuk usia 100 tahun ya? " kata Steve.
" Iya. . . " kata George.
" Kraukk.. Kraukk.. "
" . . . . . Thady!! bikin takut orang aja lu! " bentak Steve yang agak kesal dengan suara keripik-nya Thady.
" Emang gua setan apa. Tega lu. "
" Tapi suara keripik loe itu kayak apaan tau, tau! " kesal Steve.
" Udalah.. Keripik aja pake dipermasalahin. " kata George tenang.
" Tumben lu tenang banget, biasanya kan-"
                     BLETAK!
" Ughhhh!!! Sakit George!! " erang Steve karena kepalanya dipukul oleh George.


Sedangkan itu, Alicia, Karen, dan Harmoni sedang berbincang-bincang di ruang tamu.

" Hei, kita ngapain ya?? " tanya Alicia.
" Kita masak yuk, mau gak? " tawar Harmoni.
" Ndak mau!! aku maunya makan-nya, bukan masak-nya. " kata Karen.
" Masa makan sih?! " heran Alicia.
" Hehe.. Oiya, Mony-chan, tadi Michi dan Misha kemana?? " tanya Karen.
" Hmm.. Aku juga kurang tau, " kata Harmony.
" Kalau begitu, kita cari Michi dan Misha saja yuk! " ajak Alicia.
" Ayo, " jawab Karen dan Harmony berbarengan.


Sedangkan itu, Michi, dan Misha sedang asik berjalan-jalan dengan Linguene, Danny, dan Key di sekitar perumahan.

" Uwaa~ Udara disini segar ya. " girang Michi.
" Namanya juga daerah perdesaan, ya pasti segar lah. " jelas Linguene.
" Danny, kita jalan-jalan ke sawah disebelah sana yuk, " ajak Misha.
" A-ayo! " gugup Danny.
" Kok jawabnya gugup begitu ?? " heran Misha.
" Hahah.. Danny kegirangan tuh diajak jalan bareng Misha, kan Danny SU- " perkataan Linguene terpotong karena mulutnya disumpel oleh Danny.
" Su? " bingung Misha.
" Sukiyaki~ " canda Michi.
" Susu kedelai~ " ucap Misha.
" . . . . . . " kicep Linguene dan Danny. (*dipikir Misha sule kali ya? susu kedelai)


Sedangkan itu, George, Steve, dan Thady sedang asik berkeliling di sekitar rumah Pak Vincent. Mereka sudah beberapa kali berputar-putar ditempat yang sama, tetapi tetap saja tidak menemukan petunjuk apa-apa.


Selain itu, Alicia, Harmony dan Karen juga tidak menemukan apa-apa.


Beda hasil dengan Michi, Misha, Linguene, Key dan Danny. Sesaat mereka sedang asik menjelajah.

" Hei, kita balik yuk, " ajak Linguene.
" Ayo, aku juga udah capek jalan nih, " keluh Misha.
" Yasudah, ayo kita kembali, " kata Danny.
" A-aku juga sudah lapar, " sahut Key.
" Wah.. Ternyata Key sudah lapar ya, dari tadi kamu gak ngomong sih, " kata Misha.
" Kalau begitu, ayo kita cepat pulang. " kata Michi.

Di tengah perjalanan, mereka mendengar suara. . . 

               KYAAAAAAAAAA !!!!

" Suara apa tuh?! " kaget Linguene.
" Ayo kita lihat !! " kata Danny.


Saat mereka menuju rumah tempat sumber jeritan itu, terlihat percikan darah di jendela. Awalnya mereka berlima takut, tapi mereka harus masuk, karena mereka adalah UIPMC. Saat mereka masuk . . . 

" Kyaaa!!!! " teriak Michi yang melihat mayat seorang wanita yang belumuran darah.
" Astaga... " kaget Danny.
" Uhk... Aku akan menghubungi yang lain, " kata Key.
" O-oke.. Misha, kau tunggu luar saja, jangan masuk! " jawab Linguene.
" Ba-baik. "


Kemudian Key menelfon George. KRINGG. . . .

" Yo, kenapa Key ?? " tanya George.
" Ada kasus!!! " jawab Key.
" HAH??? Dimana??? " kaget George.
" Di jalan xxx , cepat!! aku butuh bantuanmu dan yang lain. " kata Key.
" Ote, gua segera kesana. "

George dan yang lainnya, termasuk Thady, segera pergi ke tempat Key dan yang lainnya. Mereka terkejut melihat kondisi mayat wanita tersebut. Kondisinya sangat mengenaskan. Tubuhnya berceceran darah. Ada luka bekas bacokan di beberapa bagian tubuhnya. Diperkirakan dia meninggal baru beberapa menit yang lalu setelah Key dan yang lainnya datang.



Tindakan apakah yang akan diambil oleh Thady dan kelompok UIPMC?? Ikuti terus UIPMC Club! ya.


Salam


Author

Tidak ada komentar:

Posting Komentar