Rabu, 14 Agustus 2013

- Story 3: Black Shadow Case in St. Valentine's Day Part 6-

BAGIAN ENAM

- Oh Ternyata! -


“ Tenang saja, CD itu aman kok,” sahut headmaster.
“ YANG BENAR SAJA?!” teriak semua.
“ Selama tidak dibom C4, tidak akan terbuka.”
“ KALAU DIA BAWA BOM?!” teriak semua lagi.

“ Hadehh… Eh,” heran Key sambil melihat tudung jubah Black Shadow.

“ . . . ALAT PEMANCAR!” teriak Key setelah mengetahui ternyata itu alat komunikasi.

“ APA?!”“ Mereka mendengar semuanya! Sial!” sahut Key sambil menghancurkan alat tersebut.

            BOOOUUMMMM!!!!!

“ Kyaaaaaaaaaaaaaaa!!!!!!!!”
“ Suara bom!” sahut Shiki.
“ Dari arah lapangan utama sekolah!” sahut Thady.

“ Cute team disini saja ya!” sahut George.
“ Tidak! Kami mau ikut!” teriak Karen.
“ Ini berbahaya!” timpal Key.

“ Kami harus ikut! Apa gunanya kami jadi anggota!” sahut Misha.
“ Kami kan ingin menyelamatkan Alicia juga!” timpal Michi.
“ Kami sebagai anggota Cute team tidak terima kalau harus diam saja!” ujar Harmony.
“ Ukh, kalian ini,”

“ Ah, Begini saja,” sahut George sambil berbisik.

.
.
.

“ Ayo cepat ke lapangan utama!!” teriak George.


Mereka berlari secepat mungkin. Sesampai disana, ada black shadow yang asli.

“ Berhenti sampai disitu, Black Shadow!!!!” teriak George seakan menantangnya.
HUH! TIDAK AKAN SEMUDAH ITU KAU MENGHENTIKANKU!! HUAHAHAHAHA!!
“ Hee? Benarkah? Bagaimana kalau ini,” sahut Karen sambil menunjukkan sebuah CD.
SIALAN KALIANNN!!! KEMBALIKAN PADAKU!” geram black shadow.
“ Ah!!”


Black Shadow dengan cepatnya menghampiri Karen. Tetapi dicegat Key dengan pedang katana-nya. (Pinjam klub kendo)

“ Key!”
“ Huh! Butuh 100 tahun lagi jika kau ingin menyentuhnya!” ujar Key.
“ Kau tidak apa-apa kan, Karen-chan?” sahut si duo kembar Kashiwabara.
“ Tidak apa kok!” semangat Karen.
CIH!
“ Mau lari kemana huh?” cegat Steve dan Danny.

.
.
.

Sedangkan itu.

“ Haduh.. Kok bapak bisa menaruh CD sepenting itu di tempat nyempil-nyempil gini?” rengek Thady karena mereka harus melewati jalan yang aneh.
“ Karena jalan sempit itulah, tidak akan ada yang sadar jika ada barang berharga tersimpan di sekitar sini,” ujar headmaster.
‘ Aku gak ngerti cara pikir headmaster,’ batin Thady.

“ Eh, lewat tempat tumpukan bola?” heran Harmony.
“ Hmm…”


Hari mulai menjelang tengah malam. Mereka nyusruk-nyusruk melewati keranjang penuh bola. Lalu melewati parkiran sepeda.

“ Udah kayak mau nyolong sepeda ajj nih,” sahut Linguene.
“ Sebentar lagi juga sampai,” ujar headmaster.

BERHENTI KALIAN!!!

“ Oh, tidak,” sahut Thady sambil melihat ke belakang.

“ LARIIIIIIIIIIIIIIIIIIII!!”


Ternyata Black Shadow sudah mengetahui rencana George dan yang lainnya. Secepat kilat Ia mengejar Thady dkk.

“ Uwaaaaaaaa!! Terkejar!!” teriak Shiki.
“ Naik sepeda lah!” ujar headmaster.
“ Udah!! Cepattt!!!”


Black Shadow tetap mengejar mereka.

“ I-itu tiang listriknya.” ujarnya tersendat karena harus menjaga keseimbangan saat menaiki sepeda.

            SREETTTT…..

“ Cepat ambil CD –nya!” teriak Thady.
“ Kami akan menahannya,” sahut Linguene.


Shiki, Thady, dan Linguene berusaha untuk mencegat black shadow. Sedangkan Harmony membantu headmaster membuka codenya.

“ Codenya,” tanya Harmony.
“ Pak kepala!!” ujar Shiki.
“ Codenya x x x x x x x x,” ujar headmaster.
“ CEPATT!!!” teriak Thady.

            TING!

“ Terbuka!” ujar Harmony.

CIH!! DASAR CENGUNGUK SIALAN!! BERIKAN PADAKU ATAU KALIAN-

“ Apa?!” ujar George bersama dengan yang lainnya sambil membawa senjata.
Harmony langsung mengambil CD tersebut dan bergabung dengan yang lainnya.

HUH! KALIAN MENANTANGKU! BAIK KALAU BEGITU, DIA AKAN MATI!! HUAHAHAHA..

“ Ung!! Ukh!! Uuummm!!!” rintih Alicia.
“ ALICIA!!!”
“ Puahh! Georgeee!!! Tolongggggg!!!”

DIAM SAJA KAU!
“ Ukh!!”
“ Alicia!! Bertahanlah,” sahut Shiki.
“ Ukh! Telpon polisi,” ujar headmaster sambil menelpon polisi.

JIKALAU KALIAN MENELPON POLISI, NYAWA ANAK INI AKAN MELAYANG!” bentaknya.
“ Sial,” gumam George.

            SHUNGG….

“ Huh! Harusnya kau yang mati, black shadow!” ujar Thady dari belakang black shadow.
“ !!”
!!
“ Hiaatttt!!”

            DZINGGG!!

            DUAKKKK!!!

“ Let’s go! All!” sahut Steve.


Mereka langsung menyerbu. Karen, Michi, Misha, dan Harmony menyelamatkan Alicia. Headmaster segera menelfon polisi.

.
.
.

“ Yosh!!” semangat Danny.
“ Akhirnya tertangkap juga,” ujar Steve.
Sialan kalian!!
“ Huh, Dalangnya orang yang kita gak kenal ya,” ujar Key.
“ Dia kepala perusahaan invest,” ujar headmaster.

“ Terimakasih anak-anak, kalian sudah menangkap buron yang kami cari selama ini,” ujar polisi itu.
“ Tunggu,”
“ Buron?”
“ JADI DIA BURON?!” kaget semua.
HUH!

“ Ya, dia buron yang menyamar menjadi pengusaha invest agar dapat menipu dan menjual surat tanah orang lain,”
“ Ohmigat,” sahut headmaster.

‘ Astaga, nih headmaster,’ batin semua.

“ Baiklah anak-anak, saya bawa buron ini ke kantor, terimakasih atas kerjasama kalian,”
“ Sama-sama,”
“ Mungkin untuk beberapa waktu, kalian akan diwawancarai kembali untuk beberapa bukti,”
“ Baiklah,”

.
.
.

“ George, Shiki,”
“ Alicia?” ujar George.
“ Kau tidak apa?” tanya Shiki.
“ Iya, terimakasih kalian sudah menyelamatkanku,” ujar Alicia.
“ Tidak apa-apa, yang penting kamu selamat.” Shiki sambil mengusap Alicia dengan lembut.
‘ . . .  degh!’ “ Te-terimakasih,” wajah Alicia memerah.

“ . . . . .” muka George bak kepiting rebus.
“ Ahaha.. George.. George..” ejek Danny dan Steve.
“ Huh!”


- To be countinue-



Salam “ Author”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar