Kamis, 01 Agustus 2013

- Story 1: The Legend of Devil Hearts of The Last Century Part 7 -


BAGIAN TUJUH

-Si Kembar Diculik ?!!-


Normal PoV

Hari berganti hari. Tidak terasa sekarang sudah tanggal 4 Oktober. Penyelidikan tidak membuahkan hasil yang maksimal. Mereka sama sekali belum menemukan Harmony. Thady pun semakin panik. George pun juga sepertinya sudah bingung harus bagaimana.


Apakah kami harus kehilangan Harmony ? 


Apakah kami akan mati disini ?


Semua merenung. Suasana tampak sepi sekali. Mereka berkumpul di ruang tamu. Kemudian Pak Itto menyuguhkan makanan dan minuman. George meminta Pak Itto memanggil Bu Hyaka dan Pak Banno. Akhirnya mereka ber-13 berkumpul bersama di ruang tamu. 

" Kenapa ini ?? Saya lagi sibuk, " Pak Banno heran.
" Maaf pak, kami ingin mengorek informasi dari anda. " sahut Thady baik-baik.
" Kan saya sudah bilang, saya tidak tahu apa-apa !" bentak Pak Banno.
" Ya udeh kek, selow ajj nape.. " bentak George kesal.
" Hmm..."
" Sa-sabar, George.." ujar Alicia menenangkan emosi George.
" Huh !" kesal George.

" Kok sikap lu panik gitu sih ?! Kayak ingin pergi ajj.. " sahut Steve ikut kesal.
" Au tuh.. "
" Kalian ini, sudahlah.. Maafkan mereka ya Pak, " kata Alicia.
" Saya memang ingin pergi dari sini !! Puas kalian ! Saya tidak ingin terbunuh disini hanya gara sebuah kunci itu !!" seru Pak Banno sambil membentak-bentak.
" Kunci ?? "
" Ku-kucing maksudku !!!! " ujar Pak Banno.
" Maaf saja, saya tidak mungkin salah dengar. Aku yakin bapak tadi mengatakan 'KUNCI' .." jelas Thady.
" Saya bilang kucing !! Sudahlah, saya ingin mengurus kebun dulu !" kata Pak Banno.

" Entah sejak kapan sikap-nya itu menjadi aneh sekali, " kata Bu Hyaka.
" Lho? memang dulu sikap-nya seperti apa? " kata Karen penasaran.
" Dulu dia itu baik hati, mungkin karena menyukai tanaman, sikap-nya menjadi lembut, "
" Uwaaa.. Baik hati dan tidak sombong, tapi kenapa sekarang begini yak ??" heran Karen.
" Saya juga tidak tahu.."
" Padahal wajahnya lumayan keren lho.. Sayang sifatnya buruk.. " kata Alicia kecewa.
" Bukan saatnya mikirin cowok keren, Alicia !!" ujar George marah.
" Iya.. Aku tahu.. Maaf.. "

" Apalagi yang ibu ketahui tentang Pak Banno? Misalnya nama panjangnya, atau kesukaannya, " tanya Thady.
" Hmm.. Saya tidak tahu banyak tentang dia, maafkan saya tidak bisa memberi informasi, "
" Dia menyukai tanaman dan berbagai macam hewan, " jawab Pak Itto yang tiba-tiba menjawab dari belakang.
" termasuk 'KUCING' ?? " tanya Thady.
" Ya. " jawab Pak Itto.
" Aku mengerti apa yang kalian pikirkan, kalian bertanya tentang kesukaan-nya karena ingin tahu tentang kucing yang tadi Pak Banno katakan, bukan? " sahut Key.
" Tepat sekali, " ucapnya.
" Lalu, apakah bapak tahu detail semua ruangan yang ada di istana ini ?" tanya George.
" Tidak, yang menghafal semua ruangan di sini adalah Bu Hyaka, " jawab Pak Itto.

" Apakah ibu tahu dimana kamar Pak Banno ??" tanya George.
" Ya, ada di lantai dua di sebelah kanan. Nanti lurus saja, lalu belok ke kiri. "
" Terimakasih atas informasinya, "
" Sama-sama, " 
" Baiklah.. Sekarang kita cek kamar Pak Banno, " sahut George.
" Selama kalian mencari, saya akan mencegat Pak Banno agar tidak masuk ke kamarnya, "
" Terimakasih, Bu Hyaka. " sahut George sambil menuju kamar Pak Banno.
" Ya.. "

Kemudian Bu Hyaka dan Pak Itto pergi. Mereka menuju kamar Pak Banno. Karena Michi dan Misha masih tidak enak badan, juga Danny yang harus menemani mereka, akhirnya yang melakukan pencarian adalah Thady, George, Alicia, Linguene, Karen, dan Key. 


Sesaat kami menuju ke kamar Pak Banno, tiba-tiba . . . .


" KYAAAAAAAAAAAAAA... ARGHHHHHHHHHHH... " 


Teriak Michi dan Misha.


Danny pun segera berlari ke tempat kami. Dengan wajah pucat dia berkata,
" Teman-teman !! Hahh.. Hah.. " Danny tergesa-gesa.
" Apa yang terjadi ?! "
" Mi-Michi dan Misha hilang !!! "
" HILANG ?! " semua terkejut.
" Ya !! Saat aku sedang di dalam kamar, tiba-tiba mereka berdua berteriak, pas aku dobrak pintu-nya mereka udah gak ada, dan aku juga menemukan ini di meja rias, " kata Danny.
" Duhh.. Perasaanku gak enak nih.. " sahut Thady.


Kemudian kami membaca secarik kertas yang di bawa Danny yang diambil olehnya dari meja rias di kamar Michi dan Misha.


Tertangkap lagi. Sudah ku bilang, cepat berikan golden key to the Heaven itu, kalau tidak kalian semua akan mati sia-sia disini. Haahaha..
ttd: Devil Hearts of The Last Century


" Lagi-lagi surat begini-an . . . " pikir Thady.


Bagaimanakah jadinya? Harmony saja belum bertemu, di tambah lagi dengan hilangnya Michi dan Misha. Sedangkan hari peristiwa tragis itu sudah dekat. Apakah yang harus kami lakukan??  


-To be continue-
 


Salam " Author"

Tidak ada komentar:

Posting Komentar