BAGIAN TUJUH
-Si
Kembar Diculik ?!!-
Normal PoV
Hari berganti
hari. Tidak terasa sekarang sudah tanggal 4 Oktober. Penyelidikan tidak membuahkan
hasil yang maksimal. Mereka sama sekali belum menemukan Harmony. Thady pun
semakin panik. George pun juga sepertinya sudah bingung harus bagaimana.
Apakah kami harus
kehilangan Harmony ?
Apakah kami akan
mati disini ?
Semua merenung.
Suasana tampak sepi sekali. Mereka berkumpul di ruang tamu. Kemudian Pak Itto
menyuguhkan makanan dan minuman. George meminta Pak Itto memanggil Bu Hyaka dan
Pak Banno. Akhirnya mereka ber-13 berkumpul bersama di ruang tamu.
" Kenapa ini
?? Saya lagi sibuk, " Pak Banno heran.
" Maaf pak,
kami ingin mengorek informasi dari anda. " sahut Thady baik-baik.
" Kan
saya sudah bilang, saya tidak tahu apa-apa !" bentak Pak Banno.
" Ya udeh
kek, selow ajj nape.. " bentak George kesal.
"
Hmm..."
" Sa-sabar, George.." ujar Alicia menenangkan emosi George.
" Sa-sabar, George.." ujar Alicia menenangkan emosi George.
" Huh
!" kesal George.
" Kok sikap lu
panik gitu sih ?! Kayak ingin pergi ajj.. " sahut
Steve ikut kesal.
" Au tuh..
"
" Kalian
ini, sudahlah.. Maafkan mereka ya Pak, " kata Alicia.
" Saya
memang ingin pergi dari sini !! Puas kalian ! Saya tidak ingin terbunuh disini
hanya gara sebuah kunci itu !!" seru Pak Banno sambil membentak-bentak.
" Kunci ??
"
" Ku-kucing
maksudku !!!! " ujar Pak Banno.
" Maaf saja,
saya tidak mungkin salah dengar. Aku yakin bapak tadi mengatakan 'KUNCI'
.." jelas Thady.
" Saya
bilang kucing !! Sudahlah, saya ingin mengurus kebun dulu !" kata Pak
Banno.
" Entah
sejak kapan sikap-nya itu menjadi aneh sekali, " kata Bu Hyaka.
" Lho?
memang dulu sikap-nya seperti apa? " kata Karen penasaran.
" Dulu dia
itu baik hati, mungkin karena menyukai tanaman, sikap-nya menjadi lembut,
"
" Uwaaa..
Baik hati dan tidak sombong, tapi kenapa sekarang begini yak ??" heran
Karen.
" Saya juga
tidak tahu.."
" Padahal
wajahnya lumayan keren lho.. Sayang sifatnya buruk.. " kata Alicia kecewa.
" Bukan
saatnya mikirin cowok keren, Alicia !!" ujar George marah.
" Iya.. Aku
tahu.. Maaf.. "
" Apalagi
yang ibu ketahui tentang Pak Banno? Misalnya nama panjangnya, atau kesukaannya,
" tanya Thady.
" Hmm.. Saya
tidak tahu banyak tentang dia, maafkan saya tidak bisa memberi informasi,
"
" Dia
menyukai tanaman dan berbagai macam hewan, " jawab Pak Itto yang tiba-tiba
menjawab dari belakang.
" termasuk
'KUCING' ?? " tanya Thady.
" Ya. "
jawab Pak Itto.
" Aku
mengerti apa yang kalian pikirkan, kalian bertanya tentang kesukaan-nya karena
ingin tahu tentang kucing yang tadi Pak Banno katakan, bukan? " sahut Key.
" Tepat
sekali, " ucapnya.
" Lalu,
apakah bapak tahu detail semua ruangan yang ada di istana ini ?" tanya
George.
" Tidak,
yang menghafal semua ruangan di sini adalah Bu Hyaka, " jawab Pak Itto.
" Apakah ibu
tahu dimana kamar Pak Banno ??" tanya George.
" Ya, ada di
lantai dua di sebelah kanan. Nanti lurus saja, lalu belok ke kiri. "
" Terimakasih atas informasinya, "
" Terimakasih atas informasinya, "
" Sama-sama,
"
" Baiklah..
Sekarang kita cek kamar Pak Banno, " sahut George.
" Selama
kalian mencari, saya akan mencegat Pak Banno agar tidak masuk ke kamarnya,
"
" Terimakasih, Bu Hyaka. " sahut
George sambil menuju kamar Pak Banno.
" Ya..
"
Kemudian Bu Hyaka
dan Pak Itto pergi. Mereka menuju kamar Pak Banno. Karena Michi dan Misha masih
tidak enak badan, juga Danny yang harus menemani mereka, akhirnya yang melakukan
pencarian adalah Thady, George, Alicia, Linguene, Karen, dan Key.
Sesaat kami
menuju ke kamar Pak Banno, tiba-tiba . . . .
"
KYAAAAAAAAAAAAAA... ARGHHHHHHHHHHH... "
Teriak Michi dan
Misha.
Danny pun segera
berlari ke tempat kami. Dengan wajah pucat dia berkata,
" Teman-teman
!! Hahh.. Hah.. " Danny tergesa-gesa.
" Apa yang
terjadi ?! "
" Mi-Michi
dan Misha hilang !!! "
" HILANG ?!
" semua terkejut.
" Ya !! Saat
aku sedang di dalam kamar, tiba-tiba mereka berdua berteriak, pas aku dobrak
pintu-nya mereka udah gak ada, dan aku juga menemukan ini di meja rias, "
kata Danny.
" Duhh.. Perasaanku
gak enak nih.. " sahut Thady.
Kemudian kami
membaca secarik kertas yang di bawa Danny yang diambil olehnya dari meja rias
di kamar Michi dan Misha.
Tertangkap
lagi. Sudah ku bilang, cepat berikan golden key to the Heaven itu, kalau tidak
kalian semua akan mati sia-sia disini. Haahaha..
ttd: Devil
Hearts of The Last Century
" Lagi-lagi
surat begini-an . . . " pikir Thady.
Bagaimanakah
jadinya? Harmony saja belum bertemu, di tambah lagi dengan hilangnya Michi dan
Misha. Sedangkan hari peristiwa tragis itu sudah dekat. Apakah yang harus kami
lakukan??
-To be continue-
Salam " Author"
Tidak ada komentar:
Posting Komentar