Kamis, 01 Agustus 2013

- Story 2: Kasus Pembunuhan di Rumah Setan Kecil Part 5 -


BAGIAN LIMA

-Maaf, Aku Memang Seperti Ini. Maukah kalian menerimaku?-
dan Ada Apa Lagi Ini?!

Thady PoV


“ HEH?! Kok malah nangis sih?!” panik Linguene.
“ Gue kan gak ngapa-ngapain!” lanjut Danny.
“ Gak.. Gua cuma merasa bersalah saja. jawabku.
“ Lu emang salah kok!” kata Danny.
“ Sudah dong, jangan dibentak lagi!” bela Misha.
“ Iye!” bentak Danny.
“ Udah.. daripada kayak gini suasananya, mending kite tost dulu,” kata George malu-malu.
“ UIPMC, SUKSES!!!” teriak semuanya.
“ Maaf ya, kawan-kawan…” kataku.
“ Sudah, yang dulu dilupain aja,” kata Alicia.
“ Gu-gue juga minta maaf, gue udah kasar sama lu,” kata Danny malu-malu.
“ Gue juga,” sahut Linguene.
“ Walaupun lu kayak begini, kan lu tetap anggota UIPMC! Sahabat kite!” kata Steve.
“ Thanks yo,”

Hari-hari pertengkaran kami akhirnya berakhir.
Berganti di suatu pagi. Sesaat Karen sedang melihat halaman belakang yang penuh bunga dan rumput yang hijau.


“ KYAAAAAAAAAA~!”


Aku yang lagi tidur langsung terbangun mendengar teriakan tersebut. Bukan hanya aku, tapi yang lain juga dan langsung menuju halaman belakang dimana Karen berada.

“ Ada apa Karen?!” panik George.
“ I-itu…”
“ Hosh.. Hosh.. Ada apaan sih? Kok teriak??”
panikku.
“ Itu.. Ada mayat!!!!!!!”
“ APA?!”
teriak kami.

George pun melihat keadaan. Ia melihat ada sebuah tulang tengkorak yang muncul dari permukaan tanah. Dia juga ngeliatnya ngeri. Mengerikan. Rasanya jijik. Karena George penasaran, akhirnya tanah itupun dirombak. Dan memang, disana banyak sekali tengkorak-tengkorak yang sudah busuk dimakan waktu.
Dan diantara tulang belulang itu, ada sebuah tulang tangan yang masih utuh memegang sepucuk kertas di dalam botol dan juga sebuah pedang yang kira-kira menusuk perutnya.

“ Kertas apaan nih??” heran George.

“ Ungg.. Mereka kasihan sekali,” isak Alicia.
“ Tenang saja, kita akan menguburkan mereka,” hiburku.
“ Oii, lu pikir siapa yang bakal ngegali tanah hah?!” bête George

Kemudian kami menimbun tulang belulang itu dengan tanah, dan kemudian menandainya, lalu mendoakannya.


Normal PoV

Badan mereka penuh dengan kotoran tanah. Akhirnya mereka memutuskan untuk membersihkan diri. Setelah itu mereka berkumpul di ruang tamu bersama Pak Vincent dan keluarganya.

“ Jadi, kau menemukannya di belakang halaman rumah kami bersama tulang-belulang manusia?!” kaget Pak Vincent.
“ Benar, dan mungkin ini ada hubungannya dengan misteri kali ini,” jelas George.
“ Apa isinya?”
“ Saya juga belum membukanya,”


Dengan perasaan takut dan berdebar, mereka menunggu George untuk membuka botol tersebut.
PLUKK….


Bagaimanakan kelanjutannya?? Penasaran kan? Ikuti terus, UIPMC Club! ya~ Mata ne!


Salam


Author

Tidak ada komentar:

Posting Komentar