BAGIAN ENAM
-Reaksi Lumilol ?!-
Thady PoV
"Duh.. Bikin
bingung ajj nih.." pikirku.
Harmony diculik.
Sebenarnya siapa sih, Devil Hearts of The Last Century itu?. Kalau ada
yang tahu, kasih tahu aku dong. (#plak)
Aku benar-benar
dibuat bingung oleh-nya. Pelaku-nya siapa? Maksud-nya golden key of the
heaven itu apa? Kenapa Harmony yang diculik? Maksud-nya kertas itu apa?
Motif si pelaku? Arghh.. Tepar ajj dah gua.
Akhirnya kami
terdiam sebentar. Lalu Linguene berkata dengan nada lemah.
"
Ba-bagaimana ini ? " kata Linguene.
" Gu-gua
tidak tahu.. " jawab George.
" Apa tidak
ada yang bisa kita lakukan, Thady ?!" teriak Steve.
" Kalau gua
tahu, gak bakal mendem begini tahu! " jawabku.
" Ung...
Harmony.... Kamu dimana.... " kata Alicia cemas.
"
MONY-CHAANNN~ Hueeee..." tangis Karen.
" Ja-jangan
menangis Karen, " kata Key sambil memberikan saputangan-nya pada Karen.
" Hiks..
Hiks... " sedu Karen.
" Sudahlah.
Sekarang kita harus bagaimana? " tanya Danny.
" Oiya, dari
tadi gua ingin ngasih tau-in lu pada. Nih.." kataku sambil
menunjukkan buku diary yang aku temukan di perpustakaan.
" Lha?? Ape hubungan-nye buku diare sama penculikan Harmony???" tanya George.
" Lha?? Ape hubungan-nye buku diare sama penculikan Harmony???" tanya George.
" Gak tau dah..
Tapi mungkin ini berhubungan dengan kejadian beberapa abad yang lalu."
jelasku.
" Yo wes
lah.. Gua coba baca dulu." kata George.
Kami bergantian
membaca buku diary tersebut. George pun mulai menyadari sesuatu.
" Hmm.. Ini
aneh, halaman terakhirnya di robek.. " kata George.
" Iya,
" sahutku.
" Hei, ada
reaksi luminol di buku ini.. " sahut Key.
" ADA DARAH
!!" seru yang lain.
" Hmm.. Buku
ini menjadi sangat menarik.." sahutku.
" Kalau
dilihat-lihat sidik jari darah ini, seperti memegang buku, " kata George.
" Mungkin si
pelaku memukul Pharos Peterson saat dia sedang menulis diary ini, " sahut
Key.
" Bukan, dia
memang sudah di bunuh, dan si pelaku sengaja memegang buku itu dan merobek
sebagian halaman-nya, " jelas George.
" Yep..
Betul sekali. Darah ini mungkin milik seseorang dan sidik jari ini milik si
pelaku, " jelasku.
" Sekarang
kita tahu kalau peristiwa tragis itu adalah pembunuhan berencana ya!!"
kata Alicia.
" Yoman,
Alice.. "
" Wow..
Hebat.. Hanya dengan buku itu, kita bisa mengetahui kejadian beberapa abad yang
lalu, " Steve kagum.
" Kan itu
berkat gua.." George membanggakan diri.
" Jangan
bangga dulu ! Masih banyak yang belum kita ketahui, " kataku.
" I-iya
ya.."
" Sekarang
kita coba cari informasi di perpustakaan itu ajj, " kata Key
memberi solusi.
" Betul
juga.. Ayo !"
Kami segera ke
lantai 3, yaitu ke perpustakaan. Kemungkinan besar kami bisa menemukan banyak
informasi disana. Tetapi Misha dan Michi tidak mau ikut karena sedang tidak
enak badan. Danny yang menjaga mereka. Akhirnya yang mencari informasi hanya
Aku, George, Alicia, Linguene, dan Key.
Normal PoV
Sesampai di sana,
mereka mulai mencari sesuatu yang kelihatannya mencurigakan. Ternyata memang
benar, bukan hanya di lantai 1 yang mempunyai reaksi luminol, tetapi juga di
lantai 3 perpustakaan. Di tempat Thady mengambil buku diary itu juga banyak
ciperatan darah, juga di sebuah benda pajangan berbentuk seorang wanita
berambur panjang dengan reaksi luminol di bagian alas dan bagian tengah. Thady
mulai menyadari bahwa patung itu yang digunakan oleh si pelaku untuk membunuh.
Yang masih
membuatnya penasaran, siapakah yang dibunuh dan siapa yang membunuh, dan apa
motif si pelaku melakukan pembunuhan itu??
-To be
continue-
Salam "
Author "
Tidak ada komentar:
Posting Komentar