BAGIAN EMPAT
-Diary
dan Seorang Pembunuh-
Di dalam buku
diary tersebut, bertuliskan berbagai macam peristiwa. Thady agak terheran, mungkin
karena Ia tidak begitu suka curhat-curhatan. Melihat diary Pharos Peterson membuatnya
tidak enak. Tetapi Ia juga penasaran dengan isi-nya. Untuk memenuhi keinginan
hatinya, Thady pun membacanya.
- Pada tanggal 1 Jan 18XX
Saya
pindah ke Inggris sesuai dengan keinginan kakek. Aku benci kakek, karena dia
sering menghukum-ku. Tetapi aku tidak bisa pergi dari rumah, karena mungkin
saja nanti aku bisa kehilangan takhta-ku.
- Pada tanggal 4 Jan 18XX
Lagi-lagi
kakek memarahi-ku. Padahal aku cuma ingin bermain dengan teman-teman sebaya-ku
di luar. Saat aku bermain dengan teman baru-ku, tiba-tiba saja kakek datang dan
memarahi-ku. Teman-ku pun ketakutan dan langsung berlari meninggalkan-ku.
SENDIRI...
" Aihh.. Kagak
ada yang lain apa ya? Intinya cuma berantem dengan keluarga dan kekesalan
Peter terhadap kakek-nya. Boring amat.. " pikir Thady.
Karena merasa
bosan, Thady membalik halaman yang lain.
- Pada tanggal 30 April 19XX
Huh
! Saudara tiri-ku yang bernama Lice Peterson datang. Dia 6 tahun lebih muda
dari-ku. Dia juga adalah cucu kesayangan kakek. Anak-nya sih baik. Bahkan aku
jatuh cinta padanya. Tetapi aku benci padanya, karena kemauan-nya selalu
dituruti oleh kakek.
" Yaelah...
" serunya kesal karena tidak ada informasi yang bisa didapat-kan dari
buku tersebut. Akhirnya Thady mencari halaman yang lain.
- Pada tanggal 2 September 19XX
Gila !! Aku bisa gila !!! Tahkta yang selama ini aku incar malah diberikan kepada Lice, bukan AKU !!! Rasa-nya aku ingin memBUNUH Lice !! ARGHHH !!!! AKU INGIN MEMBUNUH !!!! BUNUH !!!! Tetapi aku tidak mempunyai keberanian untuk membunuh-nya.
- Pada tanggal 23 September 19XX
Semenjak Lice menjadi Ratu, aku serasa menjadi pelayan-nya. Tega sekali dia. Dia seenak-nya menyuruh-ku mengambilkan barang-nya, menyiapkan makanan-nya, mengurus tugas-nya. Emang dia pikir aku ini apa?! Babu-nya?! Tetapi selama Lice menjadi Ratu, aku tidak bisa membantah perintah-nya, apalagi dia itu cucu kesayangan kakek.
- Pada tanggal 30 September 19XX
Entah
mengapa tingkah laku Lice menjadi aneh. Dia sering melukai orang lain. Dia juga
sering mengigau melihat hal-hal aneh. Apa mungkin menjadi Ratu membuatnya gila?
- Pada tanggal 3 Oktober 19XX
Aku
ingin pergi !! Aku tidak ingin disiksa begini !! Lice menjadi sangat kejam. Dia
sering melukai-ku dengan pisau dan cambuk, atau pun alat-alat disekitarnya.
Kakek menyuruhku menjaga Lice, sedangkan pelayan yang lain dibiarkan pergi dari
dalam istana. Apa-apa'an ini?! Hanya aku yang dibiarkan menderita
disini. Aku ingin pegi dari sini !!!
- Pada tanggal 8 Oktober 19XX
ARGHHH
!!!! Aku sudah tidak tahan lagi dengan siksaan ini !!! Akan kubunuh.. Ku BUNUH
Lice !! Tidak akan kuampuni !! ARGHHHH !!!
" Tragis
amat sih nasib lu, hmmm.. " pikirnya sejenak.
" Lho?
tanggal 8, berarti tinggal 2 hari lagi menjelang peristiwa !! "
" Hmm.. Lho?
Tanggal 9 dan 10-nya tidak ada ?! Mana kertasnya robek lagi, " heran Thady.
Tiba-tiba
terdengar suara benda terjatuh. . .
" Klontang.
. . . . . . . "
" Siapa itu
??" Sahutnya.
"
ARRGHHHHH !!!!!! "
-To be
continue-
Salam "
Author "
Tidak ada komentar:
Posting Komentar