BAGIAN DELAPAN
-Pintu Tersembunyi-
Hari pun berlalu.
Sekarang pun sudah tanggal 6 Oktober. Tinggal 4 hari lagi menjelang peristiwa
beberapa abad yang lalu. Karena kami berfokus mencari Harmony, Michi dan Misha,
hanya sedikit informasi yang mereka dapatkan. Hari ini mereka memutuskan untuk
mencari kunci yang sedang dicari-cari oleh Devil hearts of the last century
itu.
Mereka berpencar
lagi. Thady, George, Danny dan Alicia mencari petunjuk di lantai 3
perpustakaan. Sedangkan Steve, Linguene, dan Key mencari 'kunci' di dalam kamar
Pak Banno dan mencari informasi yang berhubungan dengan hilangnya Harmony,
Michi dan Misha.
Sesaat kami
sedang mencari petunjuk di perpustakaan, Thady pun mencari buku lagi. Biasa
lah.. Thady gitu.. Pas
lagi enak-enak baca, tiba-tiba . . .
"
BRUKKK.."
Tiba-tiba saja
rak buku yang sedang dilihat Danny jatuh menimpanya. Langsung saja George dan
Alicia menolongnya. Thady ? Dia hanya melihat saja. Yang membuat Thady tertarik
adalah buku yang tadi terjatuh didekat kakinya. Buku itu adalah sebuah album
tua. Di dalam album itu banyak sekali foto-foto bangsawan dahulu. George
bukannya membantu Danny, dia malah menghampiri Thady yang sedang asik-asikan
melihat foto tersebut.
" Wow.. Itu
foto bangsawan-bangsawan dulu yo?? " sahut George.
" Sepertinya
iya. "
" Wahh..
Cantik banget.. Haha.. "
" Fuhh!
" Alicia sambil mencubit lengan George.
" Adududu..
Sakit tau !! "
" Biarin,
" ujar Alicia sambil cemberut.
" Lu
kenapa sih ?! "
" Enggak
!" bentak Alicia.
" Gak jelas lu..
"
" . . . .
" Alicia speechless.
" Hoiiii...
Nasibku bagaimana ini ?? " seru Danny yang sedang tergeletak di tumpukan
buku-buku.
" Haha.. Sorry,
sorry.. " Thady sambil membantu Danny.
" HUH!!
" kata Alicia bersama George.
" Kalian kenape
?? " Thady pun heran dengan tingkah laku mereka.
" Au ah
! " bentak George.
" Ude..
ude.. Ehh.. " sahut Thady sambil melihat sebuah pintu tersembunyi di
balik rak buku.
" Kenapa,
ndy ?? " heran Danny.
" Ada pintu,
ayo kita coba masuk ! "
" Ayo
! " ujar Danny bersemangat.
" Enggak !!
" bentak Alicia dan George.
" Ikhh..
lu berdua kenape sih ?! "
" HUH !
" kata mereka sambil membuang muka.
" Lu berdua
jangan buat gua marah dah ! "
" Tau ah..
" kata George gak peduli.
" Yo wes
lah!! gua tinggalin lu berdua disini ! Perbaiki sikap kalian
itu, baru nyusul !! " bentak Thady kesal.
" Kok lu
jadi merintah gua sih ?! " bentak George.
" Emosi
tidak diperlukan disini ! Yang diperlukan adalah kerja sama ! " bentak
Thady lagi.
Thady dan Danny
meninggalkan mereka berdua di perpustakaan, menuju pintu tersembunyi itu. Haha..
Mereka berdua speechless tuh.. Rasain.. Lagian coba-coba bentak Thady,
kalah dah mereka. Hehe..
Keadaan George
dan Alicia semakin menjadi-jadi. Perang dingin diantara mereka semakin membara.
Sampai akhirnya Alicia berkata,
" George . . . " ujar Alicia pelan.
" George . . . " ujar Alicia pelan.
" . . .
" George speechless.
" Aku mau
minta maaf . . . "
" . . .
" masih saja George speechless.
" Aku hanya
kesal tadi . . . "
" . . .
" masih saja George tidak mau bicara.
" Yasudahlah
kalau kamu gak mau maafin aku. Gak apa kok. " bentak Alicia dan kemudian
pergi.
Alicia segera
pergi menyusul Thady dan Danny. George hanya diam saja. Sedangkan Alicia hanya
berjalan tak tentu arah. Padahal di dalam pintu tersembunyi itu banyak
jalannya. Seperti labirin. Sambil menangis, Alicia terus berlari masuk ke dalam
ruangan labirin tersebut. Sedangkan George hanya sedang duduk terdiam di
perpustakaan.
Saat Thady dan
Danny kembali ke perpustakaan, dilihat
George terdiam saja, sendirian tanpa Alicia. Thady pun menegurnya,
" Oi..
Gimana? sudah sadar ya ? "
" . . .
" George pun tetap speechless.
" Hei, kenape
lu ?? "
" Gak tau ah..
" jawab George gak semangat.
" Ckckck..
Dimana Alicia ?? "
" Au..
" jawab George singkat.
" Astaga. Lu
masih ngambek juga ! " bentak Danny.
" Gua mau
sendirian dulu. Tinggalkan gua sendiri sebentar disini. " ujar George.
" Ei..
Lesu amat.. " kata Danny.
" Sudahlah,
den. Kita tinggalin ajj dia disini sendiri. " sahut Thady.
" Umm..
Baiklah, "
Mereka pun
meninggalkan George sendiri di perpustakaan. Sedangkan Steve, Linguene dan Key
sudah berkumpul di kamar Thady. Ia pun meminta hasil dari pencarian mereka.
" Bagaimana ?? "
" Bagaimana ?? "
" Betul apa
kata lu, gue menemukan sebuah kunci emas, " jelas Steve
sambil memberikan kuncinya.
" Bagus . .
. Sekarang kita hanya tinggal menjebak pelakunya, "
" Pelaku ?
Jadi itu bukan perbuatan hantu ? " seru Linguene.
" Jaman
sekarang mana ada hantu sih, " sahut Thady.
" Oho..
"
"
Teman-teman !!!!!!!!!!!! " teriak George dari tangga.
Thady dan yang
lainnya pun segera menyusul George.
" Ada apa
??? " tanya Key.
" Ayo !!!!
" teriak George.
" Apa'an
sih ?? Devil hearts ya ?! " seru Thady.
" Bukan !!
Alicia dalam bahaya !! Firasatku mengatakan begitu !! "
Mereka semua
segera ke pintu tersembunyi itu. Di pimpin oleh George, kami mengikuti jejak
Alicia, dan kami melihat dia . . . .
-To be
continue-
Salam "
Author"
Tidak ada komentar:
Posting Komentar