Kamis, 01 Agustus 2013

- Story 1: The Legend of Devil Hearts of The Last Century Part 8 -


BAGIAN DELAPAN


-Pintu Tersembunyi-


Hari pun berlalu. Sekarang pun sudah tanggal 6 Oktober. Tinggal 4 hari lagi menjelang peristiwa beberapa abad yang lalu. Karena kami berfokus mencari Harmony, Michi dan Misha, hanya sedikit informasi yang mereka dapatkan. Hari ini mereka memutuskan untuk mencari kunci yang sedang dicari-cari oleh Devil hearts of the last century itu. 


Mereka berpencar lagi. Thady, George, Danny dan Alicia mencari petunjuk di lantai 3 perpustakaan. Sedangkan Steve, Linguene, dan Key mencari 'kunci' di dalam kamar Pak Banno dan mencari informasi yang berhubungan dengan hilangnya Harmony, Michi dan Misha.


Sesaat kami sedang mencari petunjuk di perpustakaan, Thady pun mencari buku lagi. Biasa lah.. Thady gitu.. Pas lagi enak-enak baca, tiba-tiba . . . 

" BRUKKK.."

Tiba-tiba saja rak buku yang sedang dilihat Danny jatuh menimpanya. Langsung saja George dan Alicia menolongnya. Thady ? Dia hanya melihat saja. Yang membuat Thady tertarik adalah buku yang tadi terjatuh didekat kakinya. Buku itu adalah sebuah album tua. Di dalam album itu banyak sekali foto-foto bangsawan dahulu. George bukannya membantu Danny, dia malah menghampiri Thady yang sedang asik-asikan melihat foto tersebut.

" Wow.. Itu foto bangsawan-bangsawan dulu yo?? " sahut George.
" Sepertinya iya. "
" Wahh.. Cantik banget.. Haha.. "

" Fuhh! " Alicia sambil mencubit lengan George.
" Adududu.. Sakit tau !! "
" Biarin, " ujar Alicia sambil cemberut.
" Lu kenapa sih ?! "
" Enggak !" bentak Alicia.
" Gak jelas lu.. "
" . . . . " Alicia speechless.

" Hoiiii... Nasibku bagaimana ini ?? " seru Danny yang sedang tergeletak di tumpukan buku-buku.
" Haha.. Sorry, sorry.. " Thady sambil membantu Danny.
" HUH!! " kata Alicia bersama George.
" Kalian kenape ?? " Thady pun heran dengan tingkah laku mereka.
" Au ah ! " bentak George.
" Ude.. ude.. Ehh.. " sahut Thady sambil melihat sebuah pintu tersembunyi di balik rak buku.
" Kenapa, ndy ?? " heran Danny.
" Ada pintu, ayo kita coba masuk ! "
 " Ayo ! " ujar Danny bersemangat.
" Enggak !! " bentak Alicia dan George.
" Ikhh.. lu berdua kenape sih ?! "
" HUH ! " kata mereka sambil membuang muka.
" Lu berdua jangan buat gua marah dah ! "
" Tau ah.. " kata George gak peduli.
" Yo wes lah!! gua tinggalin lu berdua disini ! Perbaiki sikap kalian itu, baru nyusul !! " bentak Thady kesal.
" Kok lu jadi merintah gua sih ?! " bentak George.
" Emosi tidak diperlukan disini ! Yang diperlukan adalah kerja sama ! " bentak Thady lagi.


Thady dan Danny meninggalkan mereka berdua di perpustakaan, menuju pintu tersembunyi itu. Haha.. Mereka berdua speechless tuh.. Rasain.. Lagian coba-coba bentak Thady, kalah dah mereka. Hehe..


Keadaan George dan Alicia semakin menjadi-jadi. Perang dingin diantara mereka semakin membara. Sampai akhirnya Alicia berkata,
" George . . . " ujar Alicia pelan.
" . . . " George speechless.
" Aku mau minta maaf . . . "
" . . . " masih saja George speechless.
" Aku hanya kesal tadi . . . "
" . . . " masih saja George tidak mau bicara.
" Yasudahlah kalau kamu gak mau maafin aku. Gak apa kok. " bentak Alicia dan kemudian pergi.


Alicia segera pergi menyusul Thady dan Danny. George hanya diam saja. Sedangkan Alicia hanya berjalan tak tentu arah. Padahal di dalam pintu tersembunyi itu banyak jalannya. Seperti labirin. Sambil menangis, Alicia terus berlari masuk ke dalam ruangan labirin tersebut. Sedangkan George hanya sedang duduk terdiam di perpustakaan.


Saat Thady dan Danny kembali ke perpustakaan,  dilihat George terdiam saja, sendirian tanpa Alicia. Thady pun menegurnya,
" Oi.. Gimana? sudah sadar ya ? "
" . . . " George pun tetap speechless.
" Hei, kenape lu ?? "
" Gak tau ah.. " jawab George gak semangat.
" Ckckck.. Dimana Alicia ?? "
" Au.. " jawab George singkat.
" Astaga. Lu masih ngambek juga ! " bentak Danny.
" Gua mau sendirian dulu. Tinggalkan gua sendiri sebentar disini. " ujar George.
" Ei.. Lesu amat.. " kata Danny.
" Sudahlah, den. Kita tinggalin ajj dia disini sendiri. " sahut Thady.
" Umm.. Baiklah, "


Mereka pun meninggalkan George sendiri di perpustakaan. Sedangkan Steve, Linguene dan Key sudah berkumpul di kamar Thady. Ia pun meminta hasil dari pencarian mereka.
" Bagaimana ?? "
" Betul apa kata lu, gue menemukan sebuah kunci emas, " jelas Steve sambil memberikan kuncinya.
" Bagus . . . Sekarang kita hanya tinggal menjebak pelakunya, "
" Pelaku ? Jadi itu bukan perbuatan hantu ? " seru Linguene.
" Jaman sekarang mana ada hantu sih, " sahut Thady.
" Oho.. "

" Teman-teman !!!!!!!!!!!! " teriak George dari tangga.

Thady dan yang lainnya pun segera menyusul George.
" Ada apa ??? " tanya Key.
" Ayo !!!! " teriak George.
" Apa'an sih ?? Devil hearts ya ?! " seru Thady.
" Bukan !! Alicia dalam bahaya !! Firasatku mengatakan begitu !! "


Mereka semua segera ke pintu tersembunyi itu. Di pimpin oleh George, kami mengikuti jejak Alicia, dan kami melihat dia . . . . 



-To be continue-



Salam " Author"

Tidak ada komentar:

Posting Komentar