Rabu, 07 Agustus 2013

- Story 3: Black Shadow Case in St. Valentine's Day Part 3 -

BAGIAN TIGA

- Alicia Diculik?! -


“ ALICIAAAAAAAAAAAA…………” teriak George.

“ Georgeee?!” sahut yang lain.

George hanya menggeleng. Ia sangat kesal pada dirinya yang tidak bisa menyelamatkan Alicia. Shiki juga merasakan hal yang sama.

“ Ukh! APA-APAAN ITU, SHIKI?!” bentak George.
“ A-aku juga gak tahu,”
“ Black Shadow,” lirih Thady.


Siapakah Black Shadow itu? Apa maksudnya menculik Alicia di saat drama sekolah? Kenapa harus Alicia?? Banyak sekali pertanyaan-pertanyaan yang terlintas di pikiran mereka. Tetapi tetap saja tidak tahu apa jawabannya.

“ Alicia….” lirih George.
“ Jangan payah!” bentak Steve.
“ Steve?”
“ Kita pasti bisa menyelamatkan Alicia,” sahut Misha.
“ Membongkar rahasia,” timpal Karen.
“ Dan menangkap,” balas Michi.
“ Black Shadow!” kompak Danny dan Linguene.
“ Karena kita..” seru Harmony.
“ UIPMC Club!” seru Key.
“ Benarkan, George?” sahut Thady sambil mengulurkan tangannya.
“ Hah.. ha.. Masa’ gua diajarin ama lu pada.” George sambil meraih tangan Thady.
“ Ayo! Kita selamatkan Alicia!”

.
.
“ Bolehkah aku ikut?”
“ Shiki?”
“ Aku sebagai ketua OSIS yang menyelenggarakan opera ini juga merasa bertanggung jawab, izinkan aku untuk membantu kalian!” sahut Shiki yakin.

“ Baiklah..”


Mereka kembali dengan kasus baru, yakni Black Shadow. Bersama dengan anggota baru, Tsukishima Shiki, mereka akan memecahkan masalah yang sama sekali berbeda dengan biasanya. Tanpa sepucuk surat, tanpa petunjuk, mereka harus menyelamatkan Alicia.


Mereka segera mengambil alat penyelidik yang mereka punya. Dan kemudian melihat-lihat sekitar TKP.

“ Fuahhhh… Gak ada petunjuk!” keluh Karen.
“ Kita harus berusaha lebih teliti lagi,” sahut Misha.
“ Alicia sedang membutuhkan bantuan kita, kita harus segera menolongnya,” jelas Michi.
“ Itu benar, Karen-chan,” timpal Harmony.
“ Y-YOOSSHHHH! Kita harus berusaha..” seru Karen.

“ Test, Harap semua siswa pulang ke rumah. Selama 2 hari kedepan sekolah diliburkan, repeat,” ucar Principal.
“ Sekolah diliburkan?” heran George.
“ Karena ada kejadian ini, harus diselidiki lebih lanjut,” sahut Shiki.


Hari sudah mulai malam. Sekolah juga sudah mulai sepi. Tetapi semangat mereka belum juga padam. Mereka memutuskan untuk menginap di sekolah. Tentu saja Shiki juga ikut. Semua perlengkapan mereka sudah tersedia di ruang klub.

Tak terasa hari sudah mulai tengah malam. Semua juga sudah terlihat kelelahan. Terkecuali Shiki dan 
George. Tetapi sebagai ketua, George harus mengerti kondisi anggotanya dan memutuskan untuk melanjutkannya besok.


Cute team sudah menyiapkan futon untuk tidur. Yang lain sudah tertidur dengan lelap. Kecuali George, Thady dan Shiki.

“ Ehm..” George terbangun dari tidurnya.
“ Daijobu desu ka?” sahut Thady.
“ No problem.” sahutnya kemudian pergi.

Ia bingung harus melakukan apa. Apakah Alicia baik-baik saja disana? Ataukah??

George berjalan sendirian di  tengah gedung opera. Perasaannya tercampur aduk. Entah apa yang dipikirkannya saat ini. Kesal, marah, takut. . . .

Ia duduk di bangku opera. Melihat ke arah panggung. Sama seperti pertama kali bertemu Black Shadow. Ia membayangkan saat dimana Shiki mulai mendekatkan wajahnya pada Alicia. Perasaannya pun kembali bergejolak, tetapi ia harus bisa mengatasinya.
Kemudian George berjalan pelan kearah panggung. Memperhatikan dengan saksama. Kembali mengingat saat-saat dimana Alicia dibawa oleh Black Shadow.

.
.
.
“ !!”

            TAP.. TAP... TAP..

“ George,” sahut seorang laki-laki dari pintu depan.
“ Thady?”


Ia melihat ekspresi yang tidak biasa dari Thady. Serius. Bersama dengan Shiki di belakangnya.

“ Shiki?”
“ Aku punya petunjuk,” sahut Thady kemudian mengajak George dan Shiki naik ke atas panggung.


Apa arti dari semua ini, Thady Kurokawa?



-To be continue-


Salam " Author"

Tidak ada komentar:

Posting Komentar