BAGIAN SEMBILAN
-Alicia Terluka ?! Aku berencana melakukan hal yang Berisiko.-
-Alicia Terluka ?! Aku berencana melakukan hal yang Berisiko.-
" ALICIA !!! "
Alicia tergeletak berlumuran darah di lorong
dalam pintu tersembunyi. Mereka pun segera menolongnya.
" Alice !! Alice !! Sadarlah, apa yang
terjadi ?! " panik George.
" . . . " Alicia tetap tidak
sadarkan diri.
" Cepat bawa ke kamar-nya !! " sahut
Thady.
George PoV
Aku menggendong Alicia sampai kekamar-nya,
kemudian Karen datang dan terkejut melihat Alicia yang tidak sadarkan diri.
" Alicchi ?! Alicchi kenapa ?! Kok bisa
begini ?! " panik Karen.
" Gua juga gak tau. Pas ketemu,
sudah begini, " jelas Thady.
" Hiks.. Alicchi.. Sadar dong..
Hueeee... "
" Jangan nangis ! " tegas Key sambil
memberikan saputangan-nya.
" Hiks.. "
" Lho? George mana ?? " tanya Steve.
" Tuh di depan. " jawab Thady.
Kemudian Steve menghampiri-ku yang sedang
terduduk di ruang tamu.
" Oii.. " sapa Steve.
" . . . " aku hanya diam tidak
menanggapi Steve.
" Nape lu ?? Kok diam ajj
?? "
" Gak apa kok. " jawabku lesu.
" So ?? "
" Mai. "
" Itu mah siomay !!! " bentak
Steve.
" Haha.. Sudah gua bilang kan,
gua gak apa. " jelasku meyakinkan Steve.
" Hmm.. Tapi lu agak aneh
sekarang, "
" Aneh gimana ??? " sahutku terheran
dengan pernyataannya.
" Lu suka nge-galau
sendirian, "
" Oo.. "
" So? Apa yang akan kita lakukan setelah
ini, ketua?? " tanya Steve semangat.
" Jangan panggil gua ketua. Gua
udah gak tahu harus gimana lagi. " ujarku pasrah.
" Kok pasrah sih ?! "
" Sudah ah.. " kataku lesu
dan kemudian pergi.
" Yasudah !! Gua yang akan
mengambil posisi ketua sekarang !! " kesal Steve.
" Terserah lu.."
Alicia PoV
Beberapa saat kemudian, aku pun tersadar.
" Ung.. A-apa yang.. "
" Alicchi !!! " teriak Karen.
" Ka-karen.. Lho? Aku kenapa ?? "
" Lu pingsan tadi. Kepala lu
berdarah. " sahut Linguene.
" Kok bisa ?? "
" Lu gak ingat ?? "
" Ungg.. " aku hanya menggeleng.
" Ka-kamu amnesia, Alicia ?? " ragu
Key.
" Mungkin, tapi hanya ingatan yang
tadi.." ujarku.
" Oiya, George dimana ?? " tanyaku.
" Di depan bareng Steven. " jawab
Linguene.
" A-aku ingin bertemu mereka dulu. "
" Ja-jangan Alicchi, nanti kamu bisa
pingsan lagi, " ujar Karen khawatir.
" Tidak kok, aku sudah tidak apa. "
Kemudian aku turun ke ruang tamu. kulihat
Steve sedang sendirian disana. Aku pun menyapa Steve.
" Steve, " sapaku.
" . . . " Steve hanya diam saja.
" Kenapa ?? "
" Tanya tuh sama George. "
bentak Steve.
Aku segera menghampiri George.
" George, " sahutku.
" Kondisi Lu sudah baikan ??
" tanya George.
" Sudah kok. Kamu ngapain disini
sendirian ?? "
" Gak apa kok. Bagus deh, lu
sudah gak apa, "
" Kamu kenapa?? Berantem lagi ?? "
" Gak kok. "
" Yasudah, kalau begitu ayo kita masuk,
" kataku sambil menarik lengannya.
" Enggak ah.. " tolak George.
" Kenapa ?? "
" Gak apa, "
" AYO !! " paksaku sambil menarik
tangan George.
" Oi.. Oii.. Gua gak mau !!!
" teriak George.
Thady PoV
Sedangkan Aku sedang berada di dalam kamar Pak Banno. Ada yang ingin ku periksa disana. Aku obrak-abrik kamar-nya. Kan mencari petunjuk, gak apa kan nge-berantakin kamar orang tanpa izin. Hehe.. Disana sudah tidak ada petunjuk lagi. Aku pun kembali ke perpustakaan di lantai 3. Tetap saja tidak ada petunjuk tambahan. Satu-satunya yang belum aku periksa adalah ruangan di dalam pintu tersembunyi itu. Sebenarnya kemarin sih sudah bersama Danny. Tapi aku hanya setengah jalan, dan sekarang aku berencana akan memeriksa semua tempat yang ada di dalamnya. Itu memang terlalu berisiko, tapi aku memang harus melakukannya, bukan ?
-To be continue-
Salam " Thady "
Tidak ada komentar:
Posting Komentar