Rabu, 14 Agustus 2013

- Story 3: Black Shadow Case in St. Valentine's Day Part End-

BAGIAN TUJUH

- Anggota Baru, Tsukishima Shiki -


“ Akhirnya PAx Mys berhasil diselamatkannnn~” girang Karen.
“ Iya, bukan hanya sekolah, tapi Alicia juga,” ujar Michi.
“ Yup!”

“ Terimakasih anak-anak, atas semua bantuan kalian,” sahut headmaster.
“ No problem, Itu sudah menjadi tugas kami, ya kan George?” Steve sambil mengandeng George.
“ . . .”
“ Ahahaha.. Dia masih cemburu,” ejek Danny.


Kemudian George pergi.

.
.
.

“ Thady?”
“ Eh, George.”
“ Sedang apa lu sendirian disini?”
“ Gak apa, cuma kepikiran saja.”
“ ??”
“ Seandainya gua gagal saat menghajar black shadow,”
“ Kan ada gua!” ujar George.

“ Ge-george?”
“ Gua gak bakal ngebiarin anggota gua terluka, lu tahu itu kan?!”
“ Ahaha.. Iya ya,” tawanya.
“ HUH!”

.
.
.

“ Thanks ya,” ujar George.
“ Eh? Memang napa?” heran Thady dengan senyum ala kucing-nya.
“ Kalau gak ada lu, mungkin gua gak bakal bisa memajukan UIPMC sejauh ini,” ujarnya.
“ Ikhh~ Gak kayak George yang biasanya deh.” goda Thady.
“ HEH?! GUA BEGINI CUMA KALI INI TAU! HUH!” gengsi George.
“ Ahahahaah..”

.
.
.

“ Ehmm.. Shiki,”
“ Ya, Alicia?”
“ Sekali lagi terimakasih ya!” senyum Alicia.
“ Dibilangin, itu sudah kewajiban laki-laki untuk melindungi perempuan kan,” ujar Shiki.

Mereka asik berbincang-bincang bersama.

“ A-aku suka kamu, Alicia,”
“ Eh? Shi-shiki??”
.
.
.

“ Lihat Alicia yuk!” ajak Thady.
“ Ayo!”
.
.
.

“ Tuh dia,” ujar George.
“ Yo, Alicia,” sahut Thady.
“ A-ano, George!” balas Alicia.
“ Fuhhh..” hela Shiki.
“ Lagi ngapain nih berduaan??” goda Thady.
“ Gak kok!” sahut Alicia.


Thady membawa Alicia pergi. Tinggal George dan Shiki disana.

“ Oi,” sahut George.
“ Kenapa?” heran Shiki.
“ Thanks yo,”
“ Tumben George yang stay cool berterimakasih,” goda Shiki.
“ HUH! Cuma kali ini kok!” gengsinya.
“ Ahahaha..”

“ Eh,”
“ Ya?”
“ Mau gabung ke UIPMC gak?” sahut George.
“ Bener nih?” Shiki gak percaya.
“ IYE!”
“ Wahh.. Berarti aku lebih hebat dari kamu dong,” goda Shiki.
“ YA GAK GITU JUGA!” gengsinya.
“ Ahahaha… Ok.. Ok.. Setuju,”


Mereka saling berjabat tangan.

“ Heyyyy!!!” seru Thady.
“ YOSHH!! Untuk kali ini kasus dapat kita selesaikan dengan cepat! Kalian hebat,” ujar George.
“ Iya dong, heheheh..” ge er Karen.
“ Kali ini kita mendapat anggota baru,”
“ Cieelahhh… Anggota baru nih,” goda Danny.
“ Ya gitu lah,” ujar Shiki.
“ Jadi anggota kita nambah satu dong..” girang Karen.
‘. . . . degh!’

“ Ya,”
“ Yeiiii~ Shiki, selamat datang,” sorak cute team.
“ Haha, terimakasih,”
“ Yooo~ Tost UIPMC!!” ajak Thady.

            UIPMC Club!!!! 





- Story 3: The End –

-----------------------------------------------------------------------------------------------------


Author PoV


Yoshhhhh!!! Akhirnya Story 3 selesai.. XD

(Thady : Beda ya..)
Iya, beda. Buat kali ini aku bikin cerita yang cukup berbeda. 
Dan lebih sedikit daripada story-story sebelumnya. :3

Itu karena aku hanya punya waktu 10 hari untuk mengerjakan story kali ini.
(George: Iya, Author gila-gilaan ngetik di computer.)
Itu biar cepet selesai baka! . >:0


(Shiki: Tapi, dari mana muncul ide tentang aku?)
Hmm.. dari mana ya? Dari hatimu.. :3


(Karen: Kenapa Shiki dibuat jabatannya sebagai ketua OSIS?)
Karena mungkin lebih gampang kalau Shiki ganteng dan ketua OSIS. :3


(Misha: Kok Shiki bisa suka sama Alicia??)
(Shiki: I-itu… #blush)
(Alicia: Misha!! #blush)
Hahaha.. Entahlah. Aku iseng membuat cerita seperti itu. XD (Digampar George)


(Shiki: A-aku serius suka Alicia kok! #blush)
Aku membuatnya karena menurutku lebih mudah membuat cerita jika ada saingannya. X3


(George: . . . . . #speechless)
(Steve: Ahahaha.. Yang sabar yak!)
(Danny: Stt! Bisa-bisa kita dibantai. #degh!’)
(Key: Kalian kekanak-kanakan deh)
(Linguene: ahahahaha.)
Sudah-sudah.. Kasiahan George. XD
(Thady: kan anda sendiri yang membuatnya. Dasar baka.)


Umm… (- -;) Okey. Kita lanjutkan: UIPMC Club! OMAKE!
Sooooo~ Author kembali di acara UIPMC OMAKE! XD Any question??
·        
      Q  : Apakah story 4 bakalan ada?
A  : Pasti ada lah! Tunggu saja ya! XD
·         Q  : Tampilkan gambar Shiki dong!
A  : Hmm.. Reques-an itu ditampung dulu ya.
·         Q  : Alicia pilih siapa? Shiki atau George?
A  : Hmm.. Nanti akan ku sampaikan pada Alicia. ;3

Kalian juga bisa mengirimkan question/reques/ kripik/sambal (?) pada Author. :3
Tinggal berikan coment di bawah cerita. Ditunggu ya! X3
Aku mengharapkan coment yang membangun. Arigatou. :3

Yo wes, kita sudahi dulu percakapan kali ini. Sampai jumpa di Story berikutnya ya! Jaa ne! XD



Salam “Author”

- Story 3: Black Shadow Case in St. Valentine's Day Part 6-

BAGIAN ENAM

- Oh Ternyata! -


“ Tenang saja, CD itu aman kok,” sahut headmaster.
“ YANG BENAR SAJA?!” teriak semua.
“ Selama tidak dibom C4, tidak akan terbuka.”
“ KALAU DIA BAWA BOM?!” teriak semua lagi.

“ Hadehh… Eh,” heran Key sambil melihat tudung jubah Black Shadow.

“ . . . ALAT PEMANCAR!” teriak Key setelah mengetahui ternyata itu alat komunikasi.

“ APA?!”“ Mereka mendengar semuanya! Sial!” sahut Key sambil menghancurkan alat tersebut.

            BOOOUUMMMM!!!!!

“ Kyaaaaaaaaaaaaaaa!!!!!!!!”
“ Suara bom!” sahut Shiki.
“ Dari arah lapangan utama sekolah!” sahut Thady.

“ Cute team disini saja ya!” sahut George.
“ Tidak! Kami mau ikut!” teriak Karen.
“ Ini berbahaya!” timpal Key.

“ Kami harus ikut! Apa gunanya kami jadi anggota!” sahut Misha.
“ Kami kan ingin menyelamatkan Alicia juga!” timpal Michi.
“ Kami sebagai anggota Cute team tidak terima kalau harus diam saja!” ujar Harmony.
“ Ukh, kalian ini,”

“ Ah, Begini saja,” sahut George sambil berbisik.

.
.
.

“ Ayo cepat ke lapangan utama!!” teriak George.


Mereka berlari secepat mungkin. Sesampai disana, ada black shadow yang asli.

“ Berhenti sampai disitu, Black Shadow!!!!” teriak George seakan menantangnya.
HUH! TIDAK AKAN SEMUDAH ITU KAU MENGHENTIKANKU!! HUAHAHAHAHA!!
“ Hee? Benarkah? Bagaimana kalau ini,” sahut Karen sambil menunjukkan sebuah CD.
SIALAN KALIANNN!!! KEMBALIKAN PADAKU!” geram black shadow.
“ Ah!!”


Black Shadow dengan cepatnya menghampiri Karen. Tetapi dicegat Key dengan pedang katana-nya. (Pinjam klub kendo)

“ Key!”
“ Huh! Butuh 100 tahun lagi jika kau ingin menyentuhnya!” ujar Key.
“ Kau tidak apa-apa kan, Karen-chan?” sahut si duo kembar Kashiwabara.
“ Tidak apa kok!” semangat Karen.
CIH!
“ Mau lari kemana huh?” cegat Steve dan Danny.

.
.
.

Sedangkan itu.

“ Haduh.. Kok bapak bisa menaruh CD sepenting itu di tempat nyempil-nyempil gini?” rengek Thady karena mereka harus melewati jalan yang aneh.
“ Karena jalan sempit itulah, tidak akan ada yang sadar jika ada barang berharga tersimpan di sekitar sini,” ujar headmaster.
‘ Aku gak ngerti cara pikir headmaster,’ batin Thady.

“ Eh, lewat tempat tumpukan bola?” heran Harmony.
“ Hmm…”


Hari mulai menjelang tengah malam. Mereka nyusruk-nyusruk melewati keranjang penuh bola. Lalu melewati parkiran sepeda.

“ Udah kayak mau nyolong sepeda ajj nih,” sahut Linguene.
“ Sebentar lagi juga sampai,” ujar headmaster.

BERHENTI KALIAN!!!

“ Oh, tidak,” sahut Thady sambil melihat ke belakang.

“ LARIIIIIIIIIIIIIIIIIIII!!”


Ternyata Black Shadow sudah mengetahui rencana George dan yang lainnya. Secepat kilat Ia mengejar Thady dkk.

“ Uwaaaaaaaa!! Terkejar!!” teriak Shiki.
“ Naik sepeda lah!” ujar headmaster.
“ Udah!! Cepattt!!!”


Black Shadow tetap mengejar mereka.

“ I-itu tiang listriknya.” ujarnya tersendat karena harus menjaga keseimbangan saat menaiki sepeda.

            SREETTTT…..

“ Cepat ambil CD –nya!” teriak Thady.
“ Kami akan menahannya,” sahut Linguene.


Shiki, Thady, dan Linguene berusaha untuk mencegat black shadow. Sedangkan Harmony membantu headmaster membuka codenya.

“ Codenya,” tanya Harmony.
“ Pak kepala!!” ujar Shiki.
“ Codenya x x x x x x x x,” ujar headmaster.
“ CEPATT!!!” teriak Thady.

            TING!

“ Terbuka!” ujar Harmony.

CIH!! DASAR CENGUNGUK SIALAN!! BERIKAN PADAKU ATAU KALIAN-

“ Apa?!” ujar George bersama dengan yang lainnya sambil membawa senjata.
Harmony langsung mengambil CD tersebut dan bergabung dengan yang lainnya.

HUH! KALIAN MENANTANGKU! BAIK KALAU BEGITU, DIA AKAN MATI!! HUAHAHAHA..

“ Ung!! Ukh!! Uuummm!!!” rintih Alicia.
“ ALICIA!!!”
“ Puahh! Georgeee!!! Tolongggggg!!!”

DIAM SAJA KAU!
“ Ukh!!”
“ Alicia!! Bertahanlah,” sahut Shiki.
“ Ukh! Telpon polisi,” ujar headmaster sambil menelpon polisi.

JIKALAU KALIAN MENELPON POLISI, NYAWA ANAK INI AKAN MELAYANG!” bentaknya.
“ Sial,” gumam George.

            SHUNGG….

“ Huh! Harusnya kau yang mati, black shadow!” ujar Thady dari belakang black shadow.
“ !!”
!!
“ Hiaatttt!!”

            DZINGGG!!

            DUAKKKK!!!

“ Let’s go! All!” sahut Steve.


Mereka langsung menyerbu. Karen, Michi, Misha, dan Harmony menyelamatkan Alicia. Headmaster segera menelfon polisi.

.
.
.

“ Yosh!!” semangat Danny.
“ Akhirnya tertangkap juga,” ujar Steve.
Sialan kalian!!
“ Huh, Dalangnya orang yang kita gak kenal ya,” ujar Key.
“ Dia kepala perusahaan invest,” ujar headmaster.

“ Terimakasih anak-anak, kalian sudah menangkap buron yang kami cari selama ini,” ujar polisi itu.
“ Tunggu,”
“ Buron?”
“ JADI DIA BURON?!” kaget semua.
HUH!

“ Ya, dia buron yang menyamar menjadi pengusaha invest agar dapat menipu dan menjual surat tanah orang lain,”
“ Ohmigat,” sahut headmaster.

‘ Astaga, nih headmaster,’ batin semua.

“ Baiklah anak-anak, saya bawa buron ini ke kantor, terimakasih atas kerjasama kalian,”
“ Sama-sama,”
“ Mungkin untuk beberapa waktu, kalian akan diwawancarai kembali untuk beberapa bukti,”
“ Baiklah,”

.
.
.

“ George, Shiki,”
“ Alicia?” ujar George.
“ Kau tidak apa?” tanya Shiki.
“ Iya, terimakasih kalian sudah menyelamatkanku,” ujar Alicia.
“ Tidak apa-apa, yang penting kamu selamat.” Shiki sambil mengusap Alicia dengan lembut.
‘ . . .  degh!’ “ Te-terimakasih,” wajah Alicia memerah.

“ . . . . .” muka George bak kepiting rebus.
“ Ahaha.. George.. George..” ejek Danny dan Steve.
“ Huh!”


- To be countinue-



Salam “ Author”

- Story 3: Black Shadow Case in St. Valentine's Day Part 5-

BAGIAN LIMA

- It’s Showtime UIPMC Club! -


“ Jadi pelakunya pihak luar?” tanya Key.
“ Kemungkinan besar begitu,” jawab George.
“ Kami sudah memeriksa dan bertanya pada headmaster,” sahut Shiki.

“ Jadi, kita hanya akan menangkap pelakunya kan?” semangat Karen.
“ Ya,” jawab Thady.
“ Caranya??” tanya Steve.
“ Lho? Mudah saja kan?” sahut headmaster.

“ Menggunakan surat tanah ini sebagai umpan,” lanjut George.
“ Itu jika anda mengizinkan, headmaster,” sahut Shiki.
“ Tentu saja,”

“ Tetapi, siapa yang akan memancingnya?” tanya Harmony.
“ hmm…”

            HOM.. PIM.. PA!

“ Yak! Linguene yang akan memancingnya keluar,” tunjuk Danny.
“ Hadehh.. Ok lah,” sanggup Linguene.
“ Bi-biar aku yang mendampinginya,” sahut Harmony.
“ Jangan! Gue gak apa kok,” sahut Linguene.
“ Sebaiknya aku juga ikut,” sahut Shiki.
“ Baiklah, kalian berdua berhati-hatilah. Yang lain ikut gua,” atur George.


Mereka bersiap-siap membuat rencana penangkapan Black Shadow. Mereka membagi menjadi 5 tahap.

Linguene dan Shiki akan menjadi umpannya sambil membawa surat tanah sekolah PAx Mys. Start mereka berada di dalam gedung opera. Mereka akan berlari melewati pintu depan gedung opera. Disana sudah ada Karen dan Misha yang siap dengan talinya. Jika Black Shadow lewat, tali siap menyandungnya.

Kalau gagal, Linguene dan Shiki akan memancingnya ke jebakan kedua. Mereka akan melewati tangga lantai 1. Disana sudah stand by Misha dan Karen dengan bubuk lada dan bubuk cabenya, serta semprotan air berisi cairan yang sangat pedas.

Berlanjut ke jebakan ketiga. Ketika mereka melewati tangga ke 2, Danny dan Steve siap menangkap Black Shadow dengan jaringnya.

Jika masih gagal, berlanjut ke jebakan ke 4. Mereka menuju kantor kepala sekolah melewati pertigaan belok ke kanan. Disana siap Michi dan Harmony dengan jaring besarnya.

Kalau masih lolos juga (telalu hebat tuh), Key siap di belakang pintu ruang kepala sekolah untuk menutupnya. Sedangkan di dalam ada George, headmaster dan Thady yang siap menangkap Black Shadow.


Matahari kembali tenggelam. Rencana akan dimulai dari. . . SEKARANG!


“ Oiii~ Black Shadow jelek,” teriak Linguene.
“ Kau mengincar ini kan! Ayo cepat keluar dasar penakut!” ejek Shiki.

“ DASAR KALIAN CENGUNGUK SIALAN!!”

            KRIK.

“ Ahaha.. Eheh.. Muncul…” cengar cengir Shiki dan Linguene.

“ LARIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIII!!!!!!!!!!!”


Shiki dan Linguene berlari dengan sekuat tenaga. Sampailah mereka di jebakan pertama.

“ Shiki, Linguene, lompat!”

            HUP!!

“ Ehhh!!!!!!!!”


Ternyata Black Shadow juga ikutan lompat. Mereka langsung menaiki tangga lantai 1.

“ Mishaaa, Kareenn!” teriak Shiki memberi tanda.
“ Okey!” Karen mengiyakan.

“ Rasakan ini, item jelek!” Misha sambil menyemprotkan air pedas dan Karen melemparinya dengan bubuk cabe.
“ ARGGHHH!! Sialan!!”
“ Uwahhhhh!!”
“ Gawat! Dia berhasil kabur!”


Linguene dan Shiki terus berlari. Di tangga ke 2.

“ Danny!”
“ Yosh!”


Steve dan Danny melempar jaring ke Black Shadow. Tetapi meleset.

“ Waduh! Meleset lagi!” kesal Steve.


Berlanjut ke pertigaan.

“ Habis ini belok kanan, Linguene!” sahut Shiki.
“ Oke!”
“ Ah! Itu Mereka!” sahut Michi.
“ Siapppp..”

            HUP!!!

“ EHHHHHH!!!!!!!!!!”


Kembali lagi Black Shadow melewatinya dengan mulus.

“ Argh! Tuh setan bikin gua kesel,” sahut Linguene.
“ Selanjutnya jebakan terakhir,” ucap Shiki.

“ Key!”
“ Ok!”

            BRUK!

“ Hoshh.. Hoshh..” hela Linguene dan Shiki yang sudah kelelahan dikejar Black Shadow.

“ KALIAN AKAN MENYESALI PEMBUATAN KALIAN!! RASAKAN!!”

“ Huh!”
“ Hiaatttttttttttttt!”

            DUAAGHHH!!!

“ Harusnya kau yang menyesali perbuatanmu! Beraninya menculik Alicia!! Rasakan!!”


George, Thady, Shiki dan Linguene terus-terusan menghajar Black Shadow.

“ Aduh!! Aduh!! Berhenti!!” rintih Black Shadow.
“ ?!”
“ Apa maksudmu menculik??” heran Black Shadow itu.

“ HAH?!”

“ Bu-bukankah kau yang menculik teman kami?” sahut Shiki.
“ Sa-saya baru pertama kali bekerja seperti ini,” ucap Black Shadow.
“ APA?!”
“ Saya bekerja dengan atasan saya, kemudian dia menyuruh saya kesini dengan berpakaian aneh kayak begini,”
“ lalu?”

“ Saya tidak dijelaskan apa-apa hanya saja atasan saya mengucapkan  ‘black shadow adalah nama yang berharga, jika ada yang mengejeknya, kejar!’. Kemudian bertemu kalian yang sedang memanggil black shadow. Jadi spontan saya menghampiri kalian,” jelasnya.

“Sial! Kita masuk kedalam jebakannya!” bentak Thady.
“ Hah? Maksudnya?? Gua makin gak ngerti,” Steve sambil menggaruk-garuk kepalanya.
“ Siapa atasanmu?!” bentak Thady dengan nada agak marah.
“ Se-seorang pemimpin perusahaan dekat sini,” sahut Black shadow yang diketahui bernama Itsukuze.
“ Jangan-jangan perusahaan invest ya?!” ucap headmaster.
“ Ya,”

“ Hmm….” Thady berpikir sebentar.

“ ARGHHH!!! Tuh orang bikin gua frustasi!” bentak George.

“ Aha!”“ Kenapa, Thady?” sahut George yang heran ngelihat reaksi Thady.
“ Pa, apa bapak menyimpan sesuatu yang lain? Yang sama berharganya dengan surat ini?” tanya Thady.
“ Ada. CD yang berisi status keuangan kita, investasi sekolah, dan semua yang berhubungan dengan keuangan, termasuk banknya.” sahut headmaster enteng.
“ HUAPA?!” kejut yang lain.
“ Di-dimana bapak menyimpan CD itu??” suara Shiki agak tersendat khawatir.
“ Di tiang listrik.”


“ HEHHHHHHHHHHHH?!”


Akankah mereka berhasil menyelamatkan Alicia, PAx Mys Junior High School, dan memecahkan misteri tersebut?


- To be countinue –



Salam “ Author”

- Story 3: Black Shadow Case in St. Valentine's Day Part 4 -

BAGIAN EMPAT

- Incaran yang Sesungguhnya! –


“ Thady ??”

“ Coba peragakan saat adegan terakhir sebelum Black Shadow datang,” sahut Thady.

“ Adegan. . .”
“ Saat pangeran mencium sang putri?” sahut Shiki.
“ . . . .Hegh!”
“ Sudah, ayo cepat lakukan.” bête Thady.
“ Gua dan dia?!” bentak George sambil melirik kearah Shiki.
“ . . . .”
‘ Matanya berbicara!’ batin George dan Shiki.
“ Ok.. Ok.. Kita lakukan,” sahut Shiki.


Mereka segera mempraktekan adegan trakhir sebelum bertemu dengan Black Shadow. George menjadi snow white dan Shiki menjadi pangerannya.

George memperagakan kematian snow white dan menghadap ke atas.

“ !!”
“ Tunggu sebentar!!”

“ Ada apa George?” heran Shiki.
“ Gua tahu, darimana Black Shadow itu muncul!” seru George.
“ Heh?!”

“ Ya, itu benar George. Itulah yang ingin ku beritahu padamu.” senyum Thady.
“ Dari atas?” lirik Shiki ke atas.
“ Ya,”

“ Ayo, kita coba ke atas,”


George, Thady, dan Shiki segera menuju ke atap. Menyelinap ke dalam ventilasi gedung opera. Dan menaiki tangga besi untuk memeriksa bagian lampu sorot.

“ Hmm.. Dari sini memang cuma Alicia yang dapat melihat Black Shadow,” sahut Shiki.
“ Memang Alicia tidak memejamkan mata?” tanya Thady.
“ Merem sih, tapi dia sempat membuka matanya,”
“ Jadi itu sebabnya Alicia yang diincar.” simpul George.
“ Cuma dia yang melihat Black Shadow,” timpal Shiki.
“ Ya, kemungkinan besar seperti itu,” sahut Thady.

“ Sepertinya Ia ingin kita berpikir seperti itu,” tambah Thady.
“ Apa maksudmu?”
“ Memang yang diculik adalah Alicia, tetapi sebenarnya, tujuan awalnya bukan Alicia,”
“ Aku masih tidak mengerti,” timpal Shiki.
“ Alicia diluar rencananya, yang sebenarnya diincar oleh Black Shadow adalah..” Thady menunjuk lurus kearah tempat duduk VIP. Tempat kepala sekolah duduk menonton opera.

“ APA?! Kepala Sekolah?!” kaget George.
“ Ya, itu sih baru analisisku, karena menurutku disini tempat yang pas untuk melihat gerak-gerik kepala sekolah,” sahut Thady.

“ Ta-tapi kan kepala sekolah masih lembur,” panik Shiki.
“ APA?!”
“ Ayo, kita ke ruang kepala sekolah!!”

.
.
.

Headmaster PoV


Di ruang kepala sekolah.

            CTIK.. CTIK.. TIK.. TIK..

            NGIIITTTTT…..

“ Siapa disana?”
“ Khukhukhu..”

.
.

Normal PoV


“ Pak Kepala?!!” George sambil mendobrak pintu.
“ Kalian?!” sahut Black Shadow.
“ Lepaskan, headmaster!” seru Shiki.
“ Huahahaha.. Dia kubawa dulu,” Black Shadow sambil membuka jendela lebar-lebar.
“ Huaaa!!!” teriak Pak kepala sekolah.
“ Tu-tunggu! Ini lantai 3!” bentak Shiki.
“ Hahaha.. Kalian takut?! Aku Black Shadow bak bayangan ilusi, sampai jumpa!” Ia terjun keluar jendela.
“ Huaaaaaaaaaaaaaaaaa…………………”
“ Headmaster!!!!!!!!!!!!!!” dengan spontan Shiki menangkap kepala sekolah.
“ Shiki!!!!!” Thady dan George segera membantu Shiki.

.
.
.

“ Fuahhh…” hela Shiki.
“ Terimakasih anak-anak, kalau tidak ada kalian,”
“ Sudahlah pak, daripada itu, hah… hah..” hela George.
“ Kenapa bapak bisa diincar Black Shadow??” sambung Thady.
“ Entahlah, sepertinya karena ini,” Headmaster menunjukkan sebuah surat penjualan tanah.
“ Heh?! Bapak ingin menjual sekolah ini?!” kejut Shiki.
“ Tidak, tetapi ada yang memaksa saya,”
“ Kita harus pecahkan kasus ini,” sahut George.

.
.
.

“ Sepertinya saya tidak mengikuti prosedur klub kalian ya,”
“ Huh?”
“ Biasanya kan harus mengirim surat dahulu,”
“ Sudahlah, untuk saat ini tidak penting!” sahut George.

Mereka sudah mendapat petunjuk yang sangat berguna. Setelah itu, mereka memutuskan untuk beristirahat sebentar.

Cahaya matahari mulai memasuki ruangan klub UIPMC. Terlihat mereka sudah sangat bersemangat untuk menemukan Alicia dan Black Shadow.



Akankah mereka dapat memecahkan kasus ini?



- To be continue –




Salam “ Author”

Rabu, 07 Agustus 2013

- Story 3: Black Shadow Case in St. Valentine's Day Part 3 -

BAGIAN TIGA

- Alicia Diculik?! -


“ ALICIAAAAAAAAAAAA…………” teriak George.

“ Georgeee?!” sahut yang lain.

George hanya menggeleng. Ia sangat kesal pada dirinya yang tidak bisa menyelamatkan Alicia. Shiki juga merasakan hal yang sama.

“ Ukh! APA-APAAN ITU, SHIKI?!” bentak George.
“ A-aku juga gak tahu,”
“ Black Shadow,” lirih Thady.


Siapakah Black Shadow itu? Apa maksudnya menculik Alicia di saat drama sekolah? Kenapa harus Alicia?? Banyak sekali pertanyaan-pertanyaan yang terlintas di pikiran mereka. Tetapi tetap saja tidak tahu apa jawabannya.

“ Alicia….” lirih George.
“ Jangan payah!” bentak Steve.
“ Steve?”
“ Kita pasti bisa menyelamatkan Alicia,” sahut Misha.
“ Membongkar rahasia,” timpal Karen.
“ Dan menangkap,” balas Michi.
“ Black Shadow!” kompak Danny dan Linguene.
“ Karena kita..” seru Harmony.
“ UIPMC Club!” seru Key.
“ Benarkan, George?” sahut Thady sambil mengulurkan tangannya.
“ Hah.. ha.. Masa’ gua diajarin ama lu pada.” George sambil meraih tangan Thady.
“ Ayo! Kita selamatkan Alicia!”

.
.
“ Bolehkah aku ikut?”
“ Shiki?”
“ Aku sebagai ketua OSIS yang menyelenggarakan opera ini juga merasa bertanggung jawab, izinkan aku untuk membantu kalian!” sahut Shiki yakin.

“ Baiklah..”


Mereka kembali dengan kasus baru, yakni Black Shadow. Bersama dengan anggota baru, Tsukishima Shiki, mereka akan memecahkan masalah yang sama sekali berbeda dengan biasanya. Tanpa sepucuk surat, tanpa petunjuk, mereka harus menyelamatkan Alicia.


Mereka segera mengambil alat penyelidik yang mereka punya. Dan kemudian melihat-lihat sekitar TKP.

“ Fuahhhh… Gak ada petunjuk!” keluh Karen.
“ Kita harus berusaha lebih teliti lagi,” sahut Misha.
“ Alicia sedang membutuhkan bantuan kita, kita harus segera menolongnya,” jelas Michi.
“ Itu benar, Karen-chan,” timpal Harmony.
“ Y-YOOSSHHHH! Kita harus berusaha..” seru Karen.

“ Test, Harap semua siswa pulang ke rumah. Selama 2 hari kedepan sekolah diliburkan, repeat,” ucar Principal.
“ Sekolah diliburkan?” heran George.
“ Karena ada kejadian ini, harus diselidiki lebih lanjut,” sahut Shiki.


Hari sudah mulai malam. Sekolah juga sudah mulai sepi. Tetapi semangat mereka belum juga padam. Mereka memutuskan untuk menginap di sekolah. Tentu saja Shiki juga ikut. Semua perlengkapan mereka sudah tersedia di ruang klub.

Tak terasa hari sudah mulai tengah malam. Semua juga sudah terlihat kelelahan. Terkecuali Shiki dan 
George. Tetapi sebagai ketua, George harus mengerti kondisi anggotanya dan memutuskan untuk melanjutkannya besok.


Cute team sudah menyiapkan futon untuk tidur. Yang lain sudah tertidur dengan lelap. Kecuali George, Thady dan Shiki.

“ Ehm..” George terbangun dari tidurnya.
“ Daijobu desu ka?” sahut Thady.
“ No problem.” sahutnya kemudian pergi.

Ia bingung harus melakukan apa. Apakah Alicia baik-baik saja disana? Ataukah??

George berjalan sendirian di  tengah gedung opera. Perasaannya tercampur aduk. Entah apa yang dipikirkannya saat ini. Kesal, marah, takut. . . .

Ia duduk di bangku opera. Melihat ke arah panggung. Sama seperti pertama kali bertemu Black Shadow. Ia membayangkan saat dimana Shiki mulai mendekatkan wajahnya pada Alicia. Perasaannya pun kembali bergejolak, tetapi ia harus bisa mengatasinya.
Kemudian George berjalan pelan kearah panggung. Memperhatikan dengan saksama. Kembali mengingat saat-saat dimana Alicia dibawa oleh Black Shadow.

.
.
.
“ !!”

            TAP.. TAP... TAP..

“ George,” sahut seorang laki-laki dari pintu depan.
“ Thady?”


Ia melihat ekspresi yang tidak biasa dari Thady. Serius. Bersama dengan Shiki di belakangnya.

“ Shiki?”
“ Aku punya petunjuk,” sahut Thady kemudian mengajak George dan Shiki naik ke atas panggung.


Apa arti dari semua ini, Thady Kurokawa?



-To be continue-


Salam " Author"

- Story 3: Black Shadow Case in St. Valentine's Day Part 2-

BAGIAN DUA

- Dimulai Festival Sekolah dan Datanglah Black Shadow -


Tanggal 14 Februari. Festival St. Valentine pun dimulai. Stand-stand pameran, games-games unik, makanan enak, semua sudah siap. Opera pun akan dimulai jam 11.30 siang nanti. Saat ini.

“ Uwaa.. Aku gugup,” sahut Alicia.
“ Tenanglah, anggap saja pementasan biasa,” sahut Shiki.
“ Itu hanya bisa dilakukan olehmu, aku tidak bisa,”
“ He?”

Sedangkan itu di ruang club UIPMC.

“ Kurokawa-kun! Bawa ini kedepan,” sahut Misha sambil menitipkan kue-kue yang akan dijual nanti.

Ya, kali ini UIPMC Club! membuka stand cake café. Cool team menggunakan baju maid ber-jas hitam putih, dengan celemek menutupi pinggang. Sedangkan Cute team memakai baju maid-loli dengan celemek menutupi bagian atas.


            KRINGGGGG!!!

“ Test, waktu tepat pukul 7.00 pagi. Festival resmi… DIBUKA!! Have a nice day alls.”


Mulailah semua stand menawarkan barang yang dijualnya.

“ Silahkan mampir ke stand pecinta alam,”

“ Mau merasakan ketegangan yang hebat? Silahkan berkunjung ke rumah hantu,”

“ Silahkan tehnya, silahkan mampir ke klub minum teh,”
.
.

“ Kita juga jangan kalah, ayo!!!” seru Karen.

“ Silahkan mampir ke cake café UIPMC,” seru Misha.

“ Silahkan, ingin pesan apa?” tanya Steve dengan senyum bak idola.
“ KYAAAA~” jerit siswi tersebut.
“ Silahkan duduk di sebelah sini,” sahut Linguene dengan kedipan rayuannya.
“ KYAAAA… Linguene-kun!!”

“ Pesan strawberry cake-nya,” sahut seorang siswi dari ujung tempat duduk.
“ Silahkan nona, pesanan anda sudah siap,” sahut Danny dengan tatapan pesonanya.
“ Uwahhhh…”
“ Selamat menikmati,” senyum Danny.
“ KYAAA~ Cowok cantikkk!!” seru siswinya.

“ Silahkan mampir ke café kami,” sahut si kembar Kashiwabara di depan café.
“ Uwooooo… Cewek maniiiissss….”

“ Uwaa!! Sumimasen!! Selamat datang~” sambut Karen.
“ Ungg.. ma-mahal ya kak?” tanya adik kelas yang masih duduk di bangku elementary school.
“ Eh? Tenang saja! Untuk kalian setengah harga saja ya,” sambut Karen dengan ramah dan cheerful.
“ Benarkahhh??”
“ Tentu saja, silahkan adik manis,”
“ Terimakasih kak,” senyum anak-anak kecil itu.
“ Ehehehe,”

“ Karen-chan, bantu bagian sini!” teriak Key dari ujung dapur.
“ Oke,”

“ Ini pesanan anda,” Harmony sambil memberikan pesanan kepada pelanggan.
“ Uwahhh.. cantiknyaa..” sahut siswi itu dengan tatapan kagum.

“ Key, tolong antar pesanan ini ke bangku no 7!” sahut George dari dapur.
“ Ok,”
“ Ini pesanan anda, nona manis, selamat menikmati,” sahut Key dengan senyuman pengikatnya.
“ Uwaaa… Terimakasih,” balasnya.

“ Thady, antarkan pesanan itu ke bangku no 17!”
“ Ha-haik!”

“ Silahkan nona,”
“ Uwahhhh.. Ku-kurokawa-kun?!”
“ Selamat menikmati hidangannya,” senyum Thady tanpa ragu.

“ Eh, mampir yuk ke cake café UIPMC club!” sahut siswi tersebut.
“ Emang kenapa?”
“ Disana banyak cowok gantengnya lho,”

“ Selamat datang,” sambut Thady.
“ Te-terimakasih,” kagum siswi itu.


Cake café UIPMC sangat ramai di kunjungi pengunjung. Semua sangat sibuk dengan kerjaannya masing-masing. George sibuk dengan kue, Key sibuk dengan bagian pembayaran, dan yang lain sibuk melayani pelanggan.


Tidak terasa sudah hampir jam 11 siang. Café juga sudah tidak terlalu padat.

“ Hey, George, lu gak nonton opera-nya Alicia nanti?” tanya Steve yang sedang istirahat.
“ Hmm.. Entahlah,” jawab George yang masih menghias kue.
“ Tenang saja, yang akan menjaga café ya gua,” sahut Thady sambil bergaya ala maid-sama.
“ . . . .” ‘gak yakin gue.’ pikir George dan Steve.
“ Sudah, pergi saja, aku yang akan membuat kuenya,” sahut Harmony.
“ Gue juga bakal bantu Harmony,” timpal Linguene.
“ Beneran nih?”
“ Yup,”
“ Ok, gua pergi dulu ya!”
“ Selamat bersenang-senang,”


George segera ganti baju dan menuju gedung opera. Dilihatnya gedung sudah hampir ramai di tempati pengunjung. Tetapi untunglah George mendapatkan tempat yang strategis.

Opera pun dimulai. Baginya Alicia sangat cantik di benaknya.

“ Oh, pangeran,” seru Alicia.


Dia hanya bisa berkhayal, ‘kenapa bukan gua saja yang jadi pangeranya,’ batinnya.

George hanya bisa duduk terdiam melihat opera tersebut. Batin penuh penyesalan karena Ia tidak dapat jujur pada Alicia, bahkan pada perasaannya sendiri.

“ Khikhikhi.. Wahai gadis yang cantik jelita, silahkan makan apel ini,” seru penyirir.
“ Untukku? Anda baik sekali,”


Sampailah pada adegan akhir, saat dimana sang pangeran mencium putri snow white. Perasaan George bergejolak. Penuh dengan rasa kecemburuan. Baru pertama kali Ia merasakan perasaan seperti ini. Tetapi apa daya? Ia tak bisa berbuat apa-apa. Walaupun George tahu, ini semua hanya sandiwara saja, tetapi perasaannya tetap tidak bisa tenang.

“ Putri Snow White, oh tidak, bagaimana ini kurcaci?” tanya Shiki.
“ Cium dia pangeran! Cium dia. Hanya ciuman sejati yang dapat menyelamatkannya,”
“ . . . .” Shiki mulai mendekatkan wajahnya ke Alicia.


Muka George merah padam menahan rasa cemburunya yang menggebu-gebu. Tiba-tiba saja.

            BLITZZZ… BLIZZ.. PCRANGGGG!!!

“ Kyaa!!!”

Semua orang panik akibat pecahnya lampu sorot diatas panggung. Di dalam benak George ‘Bagaimana Alicia?!’


Ia langsung menuju panggung dan melihat Shiki terjatuh.

“ Kau tidak apa Shiki?!” George sambil membantu Shiki berdiri.
“ A-alicia,” lirihnya pelan.

George melihat ke atas panggung. Seorang laki-laki berjubah hitam membawa Alicia yang tidak sadar pergi.

“ Aku black shadow. Ku bawa dia ya,” sahutnya.


Kemudian hilang.


- To be continue-



Salam “ Author”